Friday, July 04, 2008
Numb3rs...
1st...Son I am
17...Countries I've visited
2.....brothers I have
4.5 years...to finish my bachelors degree
24....I'm turning this year
4.....cities/town I've stayed and lived in
15....is the age that started everything for me
7....provincial capital cities I've visited in Indonesia
7....years is the gap between me and my youngest sibling
0....girlfriends I've had till now :P
2....jobs I've done till now
2....times I've felt snow
3....Languages I can speak
12...days I have for my first coming home since January
2....years for me to finish off my master's degree
2....cities I dearly wanna go to
7....years I've been dreaming on the past
8....years ago is the time I'd go back if there were time traveling
4....years later is the maximum time I hope to be married :P
Saturday, June 28, 2008
Countdown
Di tengah liburan yang sepi ini, kuterpekur memikirkan apa yang sebaiknya kulakukan…..Eniwei, ungkapan tadi memang cocok tuk menggambarkan betapa sepinya suasanan disini. Sehari-hari kerjaan cuma liat film, baca komik/e-book, ngenet ato kerja d butcher. Monoton bgt. Namun demikian, ini sedang dlm proses utk menikmati itu semua. Toh beberapa bulan lalu emang dh mendambakan liburan datang. So, I think lets just enjoy all this calmness.
2 minggu terakhir…gimana ya ngomongnya…I’ll start of with my ticket. Emang sih jadi nuruti ortu, tapi dengan harga yg lumayan mahal…..jujur aja aq sendiri mo kecewa ama sapa juga g jelas. Aq hanya berpikir, klo mreka ngomongnya jauh2 hari aja, aq g bakalan dapat tiket dengan harga yang kelewat mahal. Mana waktuq juga nanggung bgt lgi, g ada 2 minggu. Jujur aja sih, aq emang lebih beratin kerja. Tapi at least that’s better than wasting money on a really short noticed vacation. Gara2 kejadian itu, aq bener bertekad untuk tidak mengulangi lagi hal ini. Kesempatan brikutnya harus ku-plan lebih baik vacation sehingga bsa dapat tiket yg murah.
At work…well segalanya berjalan cukup sepi. Apa mungkin gara2 dah musim liburan sehingga pembeli juga turut berkurang ya? Maybe aja sih klo gtu. Satu2nya perubahan yg terjadi cuma fakta bahwa aq sekarang lebih sering masuk jam 10 pgi daripada 8.30 yang biasa kulakukan. Nikmati aja lah. Paling g bsa nyante dulu sebelum berangkat. Soalnya biasanya pontang panting paginya klo harus berangkat masuk 8.30. Speaking of work, belakangan isinya makan mlulu dsana. Kerja minggu ini aja dh dapet jatah kue dan makanan yg lumayan. Sd2 lunch box-q g habis. Lumayaaannnn….rejeki nihJ
Ada senang da ada pula yang bikin sedih. Itulah yg juga terjadi padaku. Bukan sedih sih….lebih tepatnya jengkel!!!Apa itu….its all bout the fact that I cannot download to my hearts content at campus. Ini gara2 kmps skrng memberlakukan pembatasan bandwith bagi mahasiswanya. Bayangin, masa 1 GB/bln tuk 1 orang L, kurang banget laahhhhh…….Pastinya, gara2 ini, aq dh g bsa lagi nongkrongin labkom kampus tuk donlot2 sepuasnya. Masih bsa tpi harus dalam batasan 1 GB/bln itu. Sehingga, harus bener2 dijaga nih. Kedepannya, aq mungkin berpikiran tuk nambah bandwith internet rumahq aja. Mo gimana lgi. Soalnya aq emang tipikal donloder sih…L. Selain itu, donlot2 kedepan juga harus lebih dibatasi dan dipilih nih.
Eniwei, sisa waktuq nunggu masa refreshing tgl menunggu waktu aja. Aq bahkan dah membuat list apa2 yg harus kulakukan dsana. Aq pikir perlu lah coz waktuq disana yg g ada 2 minggu harus bener2 dipake tuk hal2 yg esensial dan berguna agar pas balik ke perth, otak dan hati udah bener2 di re-charge utk semester berikutnya yg pastinya bakal lebih berat. Utk liburanq disni, aq juga memutuskan tk membuat list possible activities yg bsa kulakoni. Kalo g gtu, aq hanya akan mengulang masa2 membosankan 2 pekan awalku d perth dulu. Ngga mau kan…?
The next part maybe would be when I’m on leave. Sementara detik jarum jam menuju saat itu, lets just fill in time usefully and wisely. Its not everytime u get moments like this….so C U J
Mahasiswa…Time 2 Ime-chen…;)
Mahasiswa, apa sih arti dari kata ini?Apa yang diharapkan dari kata ini?Apa yang diharuskan oleh obyek yang menanggung title ini?
Rata2 semua akan menjawab, mahasiswa adalah agen perubahan. Aq sedikit banyak setuju ama pendapat ini. Why?Coz mahasiswa merupakan salah satu masa paling berharga dalam hidup ketika seseorang dapat menunjukkan idealisme mreka, cita2 mreka dan dan asa mreka secara jernih. Sejarah membuktikan bagaiman para pelaku perubahan rata2 adalah mreka yg bergolongan muda. Yang tua?Ada beberapa tpi pada masa2 ini seorang manusia akan cenderung memikirkan masalah2 lain seperti keluarga dan kerjaan. So…their idealism might be compromised because of this.
Eniwei, menarik utk dilihat bagaimana mahasiswa tlh berperan dlm konteks mreka sebagai agen perubahan. Sejak reformasi 10 tahun silam, mahasiswa seakan menemukan momentum mreka kembali utk dapat bertindak sebagai agen perubahan seiring keadaan yang memaksa mreka. Sd skrng pun, mahasiswa masih senantiasa menyuarakan berbagai aspirasi mreka akan tatanan hidup yang ideal dan lebih baik. Tentu menurut versi mreka masing2. Saya tidak akan membiacarakan apa yang mreka aspirasikan. Terlalu panjang tuk dibahas. Saya lebih tertarik terhadap apa yang mreka lakukan untuk menyuarakan aspirasi itu.
Seakan sudah menjadi pakem dan tradisi bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan turun ke jalan dan melakukan unjuk rasa. Ngga masalah bagiku. Namun yg jadi masalah adalah apa2 yg terjadi setelah itu. Sebagai suatu tindak unjuk rasa, penyampaian pendapat mreka di muka umum sudah merupakan suatu aspirasi. Namun mahasiswa skrng seakan merasa bahwa hal ini aja g kan cukup tuk menyampaikan aspirasi mreka. Sehingga….terkadang hal2 aneh dan ajaib pun sering mreka lakukan sebagai bumbu unjuk rasa mreka.
Mogok makan, penyanderaan kendaraan, pemblokiran jalan, dan hal2 aneh lainnya bisa menjadi salah satu cara agar dapat menarik perhatian masyarakat luas. Namun demikian, apa bener aspirasi mreka tersampaikan?Apa bukannya masyarakat yang menyaksikan mreka bukannya tambah antipati dan benci dengan cara2 mreka yang terkesan tidak cerdas, mengganggu dan merusak itu?Padahal sebagai mahasiswa, sudah seharusnya mreka memperlihatkan suatu kematangan berpikir dalam pikiran dan tindakan mreka. Bukannya malah memperlihatkan suatu tindak kebodohan dan anarkisme.
Saya yakin, masyarakat tetap mendambakan adanya suatu unjuk rasa once in a while. Hanya saja, saya yakin mreka takkan senang pula kalo cara unjuk rasa itu dilakukan dengan cara2 yg justru kontraproduktif dan berlawanan dengan nilai intelektualitas mreka sebagai mahasiswa. Sebagai mahasiswa, saya rasa mreka perlu menyampaikan aspirasi mreka dengan cara dengan kekuatan logika, bukannya logika kekuatan. Kalo demikian caranya, bukan tidak mungkin mahasiswa akan kehilangan simpati mreka dri masyarakat akibat perilaku mreka sendiri.
Bicara masalah perilaku, hal ini juga terkadang menjadi suatu ironi. Masih banyak dijumpai aktivis mahasiswa yang antara tindakan dan apa yang mreka sampaikan bertolak belakang 180 derajat. Seakan dunia kampus dan luar adalah 2 dunia yg berbeda sama sekali. Juga fakta bahwa aktivitas mreka sebagai aktivis juga harus mengorbankan kuliah mreka. Ironi memang. Dalam berkehidupan d kampus, tentu ada trade-off 2 tertentu yg harus dilakukan. Namun dari pengalaman dan pengamatan saya sendiri, sudah jadi rahasia umum bahwa kul cenderung ditinggalkan.
Hal2 diatas merupakan suatu sentilan belaka terhadap bagaimana seharusnya mahasiswa berlaku dalam menyampaikan aspirasi mereka. Juga agar mahasiswa tidak lupa terhadap kewajiban utama mreka untuk belajar. Tentu masyarakat akan lebih respek klo yg demo2 itu adalah mahasiswa dgn IPK2 tinggi. Dengan demikian, akan terlihat kecerdasan dan intelektualitas dia di mata masyarakat. Nothing is perfect really. But at least we can try even the equilibrium between study and our role as an agent of change. Its not hard, but it just needs commitment, hard work and a couple of sacrifices.
Friday, June 27, 2008
After Capitalism (Part 2)
Kembali ke topic. Sebagaimana telah kujelaskan d blogku sebelumnya, begitulah dampak nyata kapitalisme d ozzy yg kutinggali skrng ini. Singkat kata, g seindah apa yg digembar gemborkan oleh para pendukung kapitalisme selama ini.
Itu masih kalo dilihat dri segi materi. Tapi yg paling parah dari kapitalisme ini adalah hilangnya aspek moral dan hari nurani manusia. Aq g kan heran dgn fakta ini karena bagaimanapun, kapitalisme yg mementingkan segi pengumpulan materi duniawi dgn cara apapun, tentunya akan menggerus nilai moralitas, nurani dan tentunya rohani.
G susah kok nyari contoh nyata tuk hal ini. Saksikanlah bagaimana dekadensi kapitalisme telah member jalan terhadap lahirnya fakta seperti munculnya kaum hombreng, seks bebas, individualism, bunuh diri, pedofilia, korupsi, pluralisme agama, dan HIV/AIDS.
Ketika agama pun dijadikan pelarian utk menutupi kekurangan dan kekeringan batin akibat ketidakmampuan kapitalisme memenuhi naluri manusia yg satu ini, apakah agama sukses?Jawabannya bsa ya bsa tidak. Tidak jika agama hanya dijadikan sarana memenuhi aspek rohani belaka. Memang, semua manusia akan butuh sarana pemenuhan utk menyalurkan naluri kerohanian mreka. Namun demikian, pemenuhan naluri ini saja tidak kan pernah cukup tuk menyelesaikan berbagai masalah di dunia yg telah bagaikan benang kusut.
Dibutuhkan suatu solusi komprehensif dan alami sesuai fitrah manusia utk dapat menyelesaikan masalah2 diatas. Kapitalisme?Jelas2 ini telah gagal menyelesaikan masalah dan juga sekaligus gagal memanusiakan manusia karena membuat manusia menjadi hamba materi. Sosialisme?Keruntuhan entitas pengusung sosialisme/komunisme pada awal dekade 90an telah menunjukkan bahwa ideology ini tdk lebih baik dri kapitalisme sekalipun.
So…what’s the solution. I’ d say back to Islam. Why would I say this? First, empirically, Islam tdk hanya merupakan suatu agama ritual belaka tpi sekaligus juga merupakan agama yg member tuntunan hidup terhadap semua sendi kehidupan baik itu sosial, masyarakat, makan-minum, cara berpakaian, ekonomi sampai politik. Kedua, secara historis, Islam pernah Berjaya selama kurang lebih 13 abad lamanya dalam menerapkan syariah-Nya dan selama itu pula tidak hanya umat Islam yang diuntungkan tpi umat agama lain.
Yang jelas ini bukan merupakan suatu utopia karena dulu pernah diterapkan. Hanya dibutuhkan pencerahan dari umat manusia utk dapat memahami bahwa gusti Allah SWT telah memberikan kita seperangkat aturan yang Maha Agung yakni syariah-Nya. Kenapa kita masih berpaling pada yg lain dan telah terbukti mendatangkan bencana dan malapetaka tiada akhir?Kalo kita melihat, memikirkan dan merenung berbagai fakta dari kapitalisme, akan kita dapati bahwa hanya masalah waktu saja sd kapitalisme akan bernasib seperti komunisme dulu, yakni keruntuhan dan kehancurannya. Kapan?Only the heavens know…But then…everything can be excelled with the will and power of mankind. We r not just puppets of the skies, but we have the power to decide our own fate and future. So….it all goes back to mankind, do they wanna perish or go forward…?
After Capitalism (Part 1)
Its been 5 months here in ozzy. I'm not again in the mode of adapting myself, but already starting to enjoy things here. Despite enjoying things, there are certain facts that u just cannot ignore whatever it is.
Even though u can enjoy ur live in ozzy, whatever status u r. Wether as a student, a worker, a PR or even a citizen, there r limits on how much of a life u can enjoy here. Even though ozzy, as like various other modern countries in the world such as USA, UK, Japan, France and the other bunch, have a dazzling light on the infinite opportunities they can offer, their light is starting to wane away.
Where shall i start?I'll start from the one point which is oil. Its common knowledge now that oil price is soaring to unexpected levels beyond ones forecast. This has led to various rise in prices of other commodities, mainly those for fulfilling a basic needs of a person. This has led not only people in third world countris to suffer more, but people in countries mentioned above r also starting to suffer the dire consequences of the hiking oil prices.
Thats from one aspect which was oil. Other aspects concerns the the welfare of the people here. At once, I thought that the people in modern countries with their capitalism, where living in an other world. Where everything was affordable and they could buy anything to their hearts content. Where money could buy anything. But then...all those things were just a mere illussion. It turned that people here r even suffering more of the effects of capitalism. It might not seem that way but thats because the proponents of capitalism r just struggling to hide the decays of capitalism. I've seen many examples here. People struggling to get their centerlink money. Pensioners neglected by the government. Indigenous people deliberately marginalized. What more can u ask?
The jargon that money would flow to the society according to the trickle down effect has been a complete lie. The truth is in capitalism, once a person lay their hands on a money, they would try everything to keep their money 2 themselves and fulfill their greed to gain more money at the cost of others. The trickle down effect would only happen in the form of leakages that would even be in the form of petty cash.
To Be Continued….
Friday, June 13, 2008
Dice...Winter...Surprises
The first is the marks on my study. I've got the results from two of my units. Not bad to be honest...an A minus for my final ass on FAT and 90 on my 2nd managerial ass. Just need to know the other 2 results from other units and i can conclude that the latter half of this semester was flawless...^_^. I can't give a self evaluation on myself, but by the results, i can pretty much say that my time management revolution did work really well. And I have started to reap the benefits of my hard work.
The next is more bout my work. Since its holiday, I've decided to add my working hours, which my boss gladly agreed. But then again, it didn'turn out as smooth as i expected. I in fact made numerous errors in my work. From working slow, splilling a tray of meat and cutting meat in the wrong size. The latter was the most frustating part 4 me. It has been 5 weeks since i've worked and i still can't get myself to cut a dice meat in a proper size. I either end up cutting it too small or too big..>_<. It just seems a mystery on the dice shape....:(
All those things have ultimately resulted in a somewhat surprise 4 me. What would that be is still secret 4 the moment. But its certainly something that i did not expect in my semester holiday. Just hope to really fill in that time properly if it really comes to reality. Amiin...
I'm not looking to write much 4 the moment. Besides, its getting colder these days due to the coming of winter these days. Gotta get enough eat and rest if i am 2 enjoy my holiday. That's all 4 now and C U
Thursday, May 29, 2008
Holiday Time...YEAH!!!!
Namun demikian, bukan berarti prodi-ku termasuk yg gampang. Bisa dibilang sama susahnya, hanya aja prodi-ku lebih menitik beratkan ke tugas2 sehari-hari. Jadinya, aku lebih banyak menghadapi tugas membuat paper dan telaah pustaka ato kasus. Who says this kind of ass is easy...??It can turn out bloody hard actually.
Nevertheless, dalam menghadapi batch terakhir tugas2 gw, aku belajar banyak bagaimana me-manage diri dan waktuku. Belajar dari pengalaman 1st tuition free week, aku sukses mengatur jadwalku sehingga menjelang tenggat pengumpulan semua tugas2, aku sanggup menyelesaikan tugas2ku 2-3 hari lebuh cepat dari seharusnya.
Namun demikian, I did have my ups and downs on finishing my assignments. But then...alhamdulillah all got finished. dengan kondisi sudah kerja terutama, aku jujur aja g nyangka bisa sampe gini. Kepikiran aja..."kok bsa ya?". Anyway, it did happen, so I'm still left on how i did pull out my potential.
So...here i come too enjoy life in the winter holiday once again (after not feeling winter for the last 14 years)...YEAH!!!!
Monday, May 19, 2008
Dreams
Then again, i can start to let my mind run wild after the last few months having to put it in line with others. What I like when there's nothing to do is to let myself dream. Not a mere dream, but its more like reminisce. Relating the past with current and future things.
Ever since I've arrived here, I've been doing dozens of contemplations of my dreams, conscious or not. In short, I'm greatfully thankfull to Allah SWT that I've been a second chance to prove my worth. To regain my lost time during my bachelor days.
Now, its more like putting the pieces of my scattered dreams all together. What dreams?Well...everything a man can think of. Since the first time I've dreamnt on something till everything was scattered 2 years ago, there were countless things I've dreamnt of.
I heard a saying that one man gets one chance, but a good man gets a second chance. So...I do hope I'm a good man by gaining a second chance to rebuild my dreams. Rebuilding ones dream isn't a simple task. Its like learning everything all together again, from zero.
Over the past 2 years since my dreams were shattered, I've been contemplating and wondering, what really went wrong with my dream. Was it feasable or was it just a mere utopia 4 me? Those early months did make myself calm and rethink my whole future and dreams. From that moment on, I learned life the hard way.
It certainly did make me mature in life to a certain degree. Enabling me to think from a broader and comprehensive perspective. And also make me realize that life is still full of dreams to be reached. But only if u know what ur doing and the path u follow.
Again bout sayings, I read a novel. In that novel, there was a saying that roughly means "Let urself to dream, for God shall embrace your dreams". Then I realized, life hasn't ended for me. LIfe is still is enjoyable if u stay put with your dreams and strive for it.
Therefore, I've always been dreaming on what my future would be. But still, I don't want to let myself become a dreamer. Therefore, I've always prayed for Allah SWT just to give whats best for me. Surely over the time, I too will improve myself. Just so I can make myself suitable for whats destined for me.
So...what else can i hope for?Nothing much though i think. Humans can only hope, But it is Allah SWT who shall decide...
Sunday, May 04, 2008
Money...Uang...お金
Not like the previous tuition free week where I kinda slacked off, this time I made things right. I managed to put everything back in order, my schedules, mentality and my health. I had to do this to avoid repeating the same mistake on the first tuition free week whiched caused me to pile work at the last moments.
Eventhough the last 5 weeks will be more of a hell, I'm quite confident on doing it coz I've managed to get things straight until now. Just need to jog things up so that everything can really be put into motion. At least, there will be no day for me without even studying. So...time to gear up.
While my mind can gear up, something is going down...which is my wallet. I thought this was only at the end of the month but it seems its gonna last for the next month of may. This definitely has caused me to tighten my spendings here for the rest of the month. One of the consequences for me are no hanging out with friends for the whole month. Even though I can, there are just many unexpected spendings bound to happen. Not to mention the high risk of having to skip prayer times, which is one thing i really despise from my friends. Don't they even remember this???:(
Eventhough I had money to hang out, with all the work to be done, It's just a wish coz my work until now has overweighed the desire to hang out. So, I guess its a blessing in disguise for me not having much money to begin with. Therefore I can concentrate more on my studies. So...a simple life is wha I'm gonna have to do for the whole month...
The only chance for me to get more money is to work here. Luckily I did make a deal on this matter, earning myself a job at a local halal butcher. Thanks goodness...at least I can fill in the holes in my pocket from my own salary. Despite the rising study work, I'm sure my work won't be in the way coz the work itself isn't that hard. I was even tod it was quite laid back with flexible hours. But then again, the trade off is that the place doesn't offer great pay to begin with.
I just hope i can survive the rest of the month with just $350 in hand. Man....that's sure tough. Even I'm gonna reduce my groceries and eat with a smaller portion. Can'tskip meals coz I'm just gonna end up sick like I did in the last week before the last tuition free week.
As for refreshments, I'm not really keen on walking around. Besides, eben if I where to walk around, I have the money to at least act as a buffer in my wallet. BUt its not of a worry. As matter of fact, I was sent 3 animonz magazine from home. Just reading these magz can make my mind fresher in the midst of the pile of work. A novel was also sent to me called "Ayat-Ayat Cinta". I was wondering whats special about this novel till it can make a huge impact in Indonesia lately/
Just 4 weeks left till the end of semester. Gotta give it ur all and struggle to the end. Maybe after that, I can really relax myself thoroughly till the start of the next semester comes. So....FIGHT!!!
Sunday, April 20, 2008
DVD review : Heart~Light My Fire

The concert itself was a nation wide tour in Japan ten years ago after the release of the Heart album. The tour then eventualy included their ongoing single that were released throughout the tour. But in the DVD, it was only a mix of tours from two venues which were Osaka and Tokyo.
Nevertheless, the concert itself was damn marvelous. Being ten years ago, it meant that laruku were at their peak times with great singles like DIVE TO BLUE, HONEY and Kasou. And it did reflect through the whole concert. Although not as great of a stage, their performances were really in to it. Compared to recent concerts, this concert really did have its flare. As its name implied, it really did light up the fire till the vry end.
Another thing that I liked from this DVD was the extra feature giving us a quick backstage look on how laruku dork things up when not on stage. The funniest part was when Ken played shinsoku~lose control with a ukulele and acting as if he was being raped ^^;. On the performances, I really enjoyed milky way. How they bought the song was really happy and easygoing. Not to mention the confetti being thrown all way to the crowds.
If ur looking for a great laruku concert but with a reasonable price, this DVD is a great way to start. With all the excitement, it only costed me some $30 (including freight) which is quite cheap compared to other laruku DVD concerts. For all the fun in it, I'll give 4 out of 5
秋 の手紙
Personally, its more of a resting time in these cold weather days. I can finally rest my body after 3 weeks of hell in campus. THe last week I have to say was the toughest. Why..?Coz while doing the pile of asses, I was or could be said almost sick. My body all of a sudden felt really tired. And it was a normal fatigue feeling. It almost felt as if i was struck with typhus symptoms. Hell no I wouldn't allow myself to be bedridden by typhus (again). Therefore, I ate as much as I could. But even this didn't finish everything. The cold temps coming lately also made me kinda hard to breath. Causing my whole body to feel tired.
When I was wondering to go to a doctor, Thanks Allah SWT gave me two simple remedies. First, my parents calld. Yayyyy...!It's been a while, maybe 3 weeks or 4 since they last called. In times of great work, their call sure gave me a morale boost. At least I couldn't afford myself to be sick in front of them. And also, they gave me the possibility of visiting me when holiday comes. Great...coz I wasn't thinking on coming to Indonesia 4 the next holiday so their coming would sure help a lot. Especially when plans are to go to either sydney or Melbourne. Its just fantastic! Coz in Perth...there just nothing much to sight see and walk around. Even the malls here close at an early 6 pm :(....
The other remedy....??Nothing much than the arrival of my DVD concert orders :). What concerts...??U've bet it, BoA and Laruku! Finally my dream of ordering one straight from Japan came true. It did cost me 2 whole months to save money, but after watching it, I guess its worth it. And it really was. Since both DVD's were concerts from their early times, it sure brings some freshness compared to their latest concerts this far. For BoA, it certainly looks that her dance moves and voices were at her prime time. For laruku, their songs were from their greatest era. So everything seems at their best.
After those orders, it really made me feel to order another one. To make things worst, I've found a way to not make my wallet go burning in a hurry. Simple...just order from ebay or order an overseas version on the product. It turns out the price way much cheaper than the original japanese version. Its like one thirds of the price. Sure saves a lot of money. But then again, U can't just buy something whenever u have money. Remember...gotta save money.
Speaking of money, I managed to save much especially on my internet spendings. It turned out my spending were only $49!!Thats a huge improvements to last months $121. It certainly seems that my strategy to diverse my internet needs in campus paid off. It paid off in a way that even my IPod is full of download results, from anime, manga and video clips. Now I'm left to back-up all those things to lessen the weight on my iPod.
Even though its a week of from campus, doesn't mean that i'm 100% free. Got asses to do. But unlike the previous tution free week, at least the due dates are scattered so that means i can work my way slowly. But beware coz time does fly when the dates are due. For now, maybe i'll just finish of the manga, anime and articles i've downloaded so far. Also, I'm planning to find some vacancies where available. Expecting my working visa would be finished this week, I can finaaly start to step up to another level. With my current time schedules, I'm pretty much sure I can handle both study and work. Just make sure u do a tight time management. And also....don't fall sick.
I guess that's all 4 now. Just lay back and enjoy the autumn breeze coming. And feel urself years younger as u were still in London.
Sunday, April 06, 2008
Anime Review : Mobile Suit Gundam 00
地獄の三週間!!!
Right after the tuition free week ended, the signs of autumn immediately started. It rained all day long on the day returning to class, leaving no choice but to wear warm clothes all day. The rest of the days until yesterday weren't raining. But still the temperatures have been driping steadily with winds coming around. It even rained again this morning. By looking at this, its better to by autumn clothes.
However, things don't go smoothly. My thought of even buying one was hindered by the soaring prices of the clothes sold. Even the chepest ones need at least $30 for just one piece. Luckily im not a brand minded person so i try to find the chepest available regrdless of its brand. Even though i had the money, i can't just buy it straightly coz i've got other things to buy. So, its just a matter of managing my financial needs here, which is sure tough up till this moment.
Even though autumn comes with winds starting to chill the body, the mind cannot lay cool too due to the assignments due in any moment. Thank god a week has passed so that means another 2 weeks left. Nevertheless, the next two weeks would be the crucialest part coz most of them are due pn that date and I'm still at square one on all of them. That means I've gonna have to cram all of the assignments on the next week if I were to make it in time.
The pressures on all of that sure is taking a toll to my mind. Even now i'm feeling the need to refresh myself more than ever. Until now, my regular refreshing has been downloading comics and then reading them. But now, I think I'm gonna have to find new ways of enjoying life here. Just keep in mind to not make a hole in my pocket if i were to differentiate things about my refreshing times.
Therefore, I'm still struggling to finish of things here. Just hope I have the physical and mental strenght to do so. Focus and enthusiastment would be something i really need now so I'm gonna have to pump up myslef somehow. To do so, I was thinking of ordering BoA's first concert DVD and laruku Light My Fire concert earlier than expected due to my need of a new refreshment. I'll do it in the next couple of days certainly.
By then, i think that's all for now. Wish all the best for the next weeks following, amin....
Sunday, March 23, 2008
Due Dates
As expected from lectures, you'll definitely get assignments in whatever forms. And with those assignments of course there are due dates that are the last dates for the assingments to be submitted. It certainly won't be a problem if you prepare things slowly and in advance. But things will get nasty if we neglect those asses and cram all of those things all together.
Luckily Curtin has some sort of tuition free week. At first i thought "Oh great, time to enjoy a weeks life free of lectures...". But it turned out I was wrong. With a dozen of assignments due after on April and May, it turned out that the tuition week was nothing more than a replacement for lectures. It's just that we have to do our ass rather than having lectures. I thought "Hey...what a neat trick to set up a tuition free week just to get us do our ass...". But, if I remember all the hectic lectures day, I think having a tuition free week certainly does help us finish our ass in without all those lectures.
And so, it comes back to us on I'm gonna use the next lecture free week to finish and cram up all the asses all together. Of course I'm definitely not gonna finish all of them, but I'm certainly gonna start things up and do some hard work so that I can get all the asses in track. Of course this would help me in the next weeks when Uni resumes coz I then have a definite plan and schedule on how and when I should be finishing all of the asses.
Of course life isn't all bout asses and lectures here. As a normal human (Am I...??), I sure want some time of between my work to enjoy life and have quiet resting time. But since Perth isn't that abundant with crowded attractions all day long, it then really forces us to make the best of things that are available here to enjoy our leasure time. As usual, just surfing the net and donwload miscellanous bits are just enough for me. But ever sinc seeing my last months internet bill soaring up to $121, I thought that I definitely need to diverse my netting needs to other places so that I don't use up my bandwith. Luckily the campus provides the best answer with the abacus lab availabe there.
But I really can't expect much. Aside from browsing, You really can't expect to do some heavy duty downloads unless you're really lucky to be on the perfect time and conditions coz the bandwith will be limited and the downloads would run really slugish...However...if you're lucky to be on the perfect time at abacus lab, than expect to go home with at least more than 800 MB of any kinds of data you can think of. Coz of this, I've been doing some sort of gambling each day going to the lab, hoping that I can get a big catch of data. But to my observations, things get lucky only between Friday till Monday. I might be wrong but at least this does help me diverse my netting needs.
But asides netting, its all back to reading journals and books. Due to the absence of comic, reading journals has been some sort of a hobby for me :P. Even I can still download comics from the net, its not like I read them straight away. Also, I ned to pay more attention on my spendings here. It turned out that Perth wasn't again one of the cheapest cities in ozzy and prices have been soaring high lately according to the locals. Coz of that, I need to spend smartly so that I can still enjoy life's to the fullest but not needing to put a hole in my wallet. Also, I need to make sure I can save money for both my accounts here and in Indonesia. Nevertheless, this would be a tough thing to do each month.
I guess that's all for now. I have no clue on what kind of moaning would be in the next blog. Just hope something good would happen in the few weeks a front. Matta aimashou...jya ne....
Friday, March 07, 2008
Rising Pressure
Setelah penantian hampir 1 tahun nganggur, datang juga masa ketika aku harus menjalani kuliah jenjang S2-ku. Beberapa berjalan sesuai apa yang kuharapkan dan beberapa lagi tidak. Hal2 yang kuharapkan adalah seperti kuliah-nya disini lebih padat dan harus berani berpartisipasi dibandingkan Indonesia. Jangan deh berharap dapat nilai dengan sekedar hadir di kelas soalnya partisipasi sangat diharapkan. Sejalan dengan itu pertanyaan2 pun juga ditunggu dan ngga ada istilah "kebanyakan bertanya adalah memalukan". Justru kalo ngga nanya malah dikira ngga belajar <_<.
Selain itu, adalah padatnya tugas. Kalo ini emang dah dipesenin siap2 aja dengan mencicilnya alias jangan dikerjain mendadak menjelang due date-nya. Dan emang pesen2 itu bener. Walo aku sejauh ini ngga pernah njalani model "SKS" kaya di Indo, tetep aja tugas2 yang ada terasa lumayan banyak dan menyita waktu.
Mungkin dibilang banyak juga ngga sih tapi yang pasti kita harus membaca materi2 kul yang lumayan berjibun agar dapat menjawab pertanyaan di tugas maupun di kelas. So..it's the reading that hurts actually. Bagiku yang sudah sekitar 1,5 taon ngga kul secara nyata, hal ini lumayan bikin kaget coz harus kembali menghadapi bahan2 bacaan berupa teks yang amat melimpah.
Mengenai hal yang ngga kuduga. Salah satunya adalah kecilnya kelas kuliahku. Satu kelas paling banyak cuma berisi anak 10. Itupun bisa berisi anak dari berbagai angkatan dan program studi. Kirain bakal kul dengan temen2 satu prodi eh ternyata dicampur dengan anak2 lain. Yang bikin nyesak adalah fakta bahwa prodi-ku tuk tahun ini cuma terdiri dari 3 orang!!Aslinya sih 4 tapi ada satu temanku yang pindah prodi di-awal2 kuliah. Jadi agak ngiri ma anak2 finance yang persertanya bejibun angkatan ini. The last thing is the fact there is no bule's here in the class. Kebanyakan temen2ku kalo ngga indo (that's why Indonesians are everywhere) ya orang malaysia, cina dan satu2 dari korea dan thailand. So, the asian taste still resides within the class i guess...
I guess that's an intro bout how's things r doing @ campus. Yang terutama sekali harus lebih kuperhatikan adalah fakta bahwa ngga ada hari tanpa belajar disini. Dengan banyaknya bahan bacaan yang diberikan dosen setiap habis kul, tentunya bacaan2 itu harus dicicil satu per satu secara pelan2. Bisa aja sih ngga dibaca tapi tuk kul2 tertentu, hal ini akan membuat anda lebih banyak bengong di kelas karena ngga begitu mengerti apa yang diajarkan dosen. Dengan sudah diberinya silabus oleh dosen, dosen berasumsi bahwa mahasiswa sudah membaca materi yang akan diajarkan hari itu so no excuses @ all..
Walo sudah bilang hal2 itu harus dicicl, tetep aja di kenyataan hal ini terasa begitu menyesakkan. Terutama setelah minggu pertama lewat langsung deh terasa tekanan akan banyaknya tugas, bacaan dan hal2 lain yang harus kukerjakan. It's as if there's little or no time to at least have time for u'r self. Bahkan tuk ngenet sekarang ngga bisa model browsing lama2 kaya biasanya dan harus diakali secara short time sekitar 30 menitan. Kalo ngga gini waktuku bisa habis tuk hal2 yang bukan prioritas.
Hmmm...selama seminggu ini ngga melulu tentang beratnya kul. Ada hal2 lain juga tentunya yang mengasyikkan. Terutama adalah ketika aku menghadiri acaranya AIPSA yang berkepanjangan Association of Indonesian Postgraduate Scholars in Australia (bener ngga >_
For the time being thats all for now. Dengan banyaknya tugas dan rutinitas yang harus kujalani, aku yakin hari2 bakal lewat tanpa terasa. Tapi kalo flash back ketika aku masih menjalani awal2 hariku di Perth, aku mending milih sibuk kaya gini. Paling ngga ada sesuatu yang dikerjain secara nyata. Tentunya aku ngga sekedar berharap hari2 lewat begitu saja tapi aku berharap agar dapat mengisi hari2 kedepan dengan kerja keras nyata agar mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. My slacking days have passed and it's time to mature and prepare your future. Dengan begitu jika saatnya aku ketemu semua di Indo, aku bisa bertemu dengan kepala tegak dan penuh kebanggaan, amiiinnn...
Friday, February 22, 2008
Indonesians...?Everywhere...!!
Tuk minggu ini, acara2nya kebanyakan merupakan lanjutan dari kegiatan orientasi yang diadakan minggu lalu. Hanya saja kali ini dalam skala yang lebih besar karena acara2 pada minggu ini juga ditujukan pada siswa2 baru lokal selain siswa2 internasional. So, yang pasti segala sesuatunya juga lebih rame dan meriah. Salah satu contohnya adalah ketika diadakannya Guild Day rabu kemaren. Kampus serasa kaya pasar tumpah. Stand kegiatan dan klub berdiri disana sini mempromosikan kegiatan masing2 dan berusaha mencari anggota baru.
But this week wasn't just about fun. For me personaly, it was my final days of really preparing myself to get back to class after around 1,5 years haven't touching and reading an academic book. Oleh karena itu, hari2 ku kebanyakan diisi oleh kegiatan membaca dan nyambangi perpustakaan. Dengan melakukan hal2 ini, aku berharap ini bisa membantu mengembalikan ingatan2ku akan materi kuliah yang telah hilang atau mengendap di dasar otakku. Besides, pada dasarnya ngga banyak yang bisa kulakukan minggu ini selain ini coz acara2 orientasi pada minggu ini banyak yang sifatnya lebih tematik bagi kalangan dan kebutuhan tertentu sehingga aku tidak diharuskan dan perlu menghadiri semuanya.
Aside filing my days reading books, hal lainnya yang patut mendapat perhatian adalah keherananku akan banyaknya orang Indonesia di Curtin. Mungkin karena belakangan aku akhirnya ada kegiatan di kampus makanya aku bisa berkenalan dengan beberapa orang Indonesia. Tapi yang jelas, it feels at home. Yang membuatku agak merasa sayang adalah bahwa ikatan diantara orang2 Indonesia disini kurang begitu bisa dikatakan dekat satu sama lain. Mungkin dikarenakan karena banyaknya jumlah orang Indonesia disini. Nevertheless, I cn really say that Indonesians are almost everywhere. Just be observant on how they speak and sometimes their unique looks coz sometimes Indonesians are often mistaken for Phillipines :p
Other things that occured during this week was my start of my internet subscription. Akhirnya jadi juga. Mau gimana lagi coz melihat kebutuhanku akan sambungan internet yang sewaktu-waktu bisa terjadi, maka aku rasa emang perlu. Usahaku tuk menjajal koneksi wi-fi di kampus sendiri harus kandas karena ada masalah pada firewall laptopku sehingga tidak bisa kunjung menyambungkan diri dengan jaringan yang ada. Besides that, even though I can connect myself, still I'm not free to download stuffs due to the strict regulations on campus concerning copyrights and so on.
Makanya itu, senin sore kemaren aku ke Carousel atas saran salah satu kenalanku disini. Ternyata yang kukunjungi juga orang Indonesia :P, so that really made things more easier karena tuk berlangganan ada banyak hal yang harus kusiapkan kaya Bank Statement dan ternyata ngga semua dari syarat2 tuk memulai sambungan dapat kupenuhi saat itu. But yeah, since we were both Indonesians, I guess I ha d the dispensation have being able to fulfil the other requirements later but still able to get the connection I wanted. And so I went back home with a big smile...A smile starting the download reign of me here in Australia he..he..he..
Dan emang sampe di rumah gw langsung njajal tuh sambungan. Lumayan kalo ku bilang. Walo pada dasarnya masih sangat bergantung pda waktu dan traffic internet, tapi secara umum sambungannya masih jaug lebih cepat daripada speedy di Indonesia. Sayangnya paket yang kuambil berdasarkan besarnya data yang kuambil ternyata juga termasuk banyaknya data yang terambil kalo browsing, jadi ngga bersih berupa download data. Dengan begitu aku juga harus pinter2 ngatur kapan harus donlot karena salah2 batasku bisa lewat dan tagihanku membengkak. Walopun demikian, at least aku terbebas dari keharusan menyediakan waktu khusus tuk ngenet diluar coz I have my own connection that I can access whenever I can ^_^.
I guess that's all for the week. For the remainder of the week, besides reading and studying. I'm also planning on buying a bicycle on Sunday at theso called Sunday market at Belmont as people said. Karena itu, besok aku berencana melakukan scout dan menjelajahi jalur 98/99 yang melewati daerah Belmont. Yang pasti siapkan diri aja coz berdasarkan pengalaman kemaren2, menjelajahi jalur bisa juga seringkali bikin ngantuk dan bosan karena panjangnya daerah yang dilewati. In the end, I really hope I can have a bike next sunday coz I really need one. Walo aku bisa berjalan kaki, tapi adanya sepeda bisa membuat segalanya lebih cepat dan aman terutama kalo sore dan malam hari sudah tiba.
Next week will be the start of my lectures. I just hope I can have a good start and give out a good impression towards the others so that I can move onwards smoothly, so till next time.
Saturday, February 16, 2008
Getting Cooler
Hari senin kemarin mulai enrolment, maksudnya kalo di Indonesia kurang lebih KRS-an. Ternyata banyak juga yang ambil akuntansi tapi ternyata di program studi gw yakni Master of Commerce, yang International Student cuma 3 orang >_<. Untung aja ada teman orang Indonesia diantara 2 temanku itu. Kenapa cuma sedikit, katanya staff sana mereka cuma ambil yang terbaik aja. Jadi berpikir apa dengan nilai transkripku yang segitu bisa dikatakan terbaik??Kembali ke enrollment,ternyata semua belum selesai hari itu dan kami diminta kembali hari rabu untuk menyelesaikan jadwal pasti kuliah kita.
Siangnya aku berniat ke Konjen ngambil pasporku. Sebelumnya ada beberapa hal yang harus kulakukan seperti nyuci handuk dan belanja dulu sehingga baru bisa keluar habis Zhuhur. Apa daya rupanya sesampaiku disana konjen dah tutup. Lumayan kesal juga coz ngerasa perjalananku jadi sia2. Daripada balik ke kamar ngga ngapa-ngapain, aku pikir mendingan coba naik jalur CAT yang belum kucoba. At least I need something to do to fill in my time. Yang kucoba jadinya adalah jalur CAT merah. Rentang jalurnya adalah dari ujung barat kota sd ujung timur. Satu putaran membutuhkan sekitar 1 jam sehingga perjalanan serasa dikit membosankan coz hanya duduk dan melihat pemandangan yang begitu2 aja.
Esok harinya, back to kampus. Kali ini acaranya sih adalah mendapat kenalan baru (sesuai jadwal di buku petunjuk). Eh, ngga taunya acaranya lebih kaya seminar bagaimana membuat diri lebih luwes dalam pergaulan. Walo materinya bagus menurut gw, tapi tetep aja kok isinya melenceng dari maksud awal<_<.Habis itu pengennya sih ikut acara berikutnya tapi berhubung kemarennya gagal ke konjen, jadinya hari itu harus kesana lagi. Dan agar ngga kesiangan kali ini aku berangkat lebih pagi. Selesai urusanku disana aku makan siang di Mc D dan ngenet. Ngenetku kali itu ngga lama2 banget, cuma 2 jam. Gara2nya lagi terbatas dananku gara2 belum keluarnya kartu ATM-ku. Eniwei, it still was fun. Berhasil nge-d/l eps gundam 00 yang terbaru (suatu hal yang ngga kusangka bakal kulakukan). Habis itu masih banyak waktu so kuputuskan tuk nyoba jalur CAT terakhir yakni jalur kuning. Diantara semua jalur CAT, bisa kukatakan ini yang paling menjemukan coz jalurnya ngga bener2 masuk kota tapi lebih ke jalan2 di pinggir kota.
Hari rabu bisa dikatakan hari dimana aku mendapatkan beberapa kepastian. Yang pertama adalah kartu ATM-ku. Akhirnya...^_^. Aku butuh banget coz sisa uangku ada di rekening dan kebetulan uang di dompet sudah bisa dikatakan habis. The next things is didapatkannya KTM-ku siangnya. Ada sedikit masalah sebelumnya coz harus memprogram ulang 1-2 mata kuliah gara2 ada yang ngga ditawarin dan harus nyari pengantinya. Untungnya semua proses itu lebih lancar daripada ketika hari senin. Dan yang membuatku lebih takjub adalah professionalitas staff dosen sini dalam melayani mahasiswa. Disini bisa dikatakan lebih ramah dan tanggap. Membuat kita lebih ngga gugup kalo sewaktu-waktu harus behadapan dengan mereka. Adanya KTM juga membuatku akhirnya bisa mengajukan tarif pelajar di SMARTRIDER-ku. It's about time I did this,coz jalan2 dengan tarif umum jujur aja membuat kantong cepat bokek secara pelan2. Apalagi kalo tipenya sering jalan2 kaya aku tambah kerasa lagi.
Besides urusan kartu ini dan itu, hari itu aku juga berhasil berkenalan dengan 2 orang dari Indonesia lagi. Walo beda fakultas, tapi kami bisa cepat akrab saat itu. Malah secara ngga sadar kami menghabiskan waktu hampir 2 jam ngobrol ngalor ngidul ketika itu. Bagiku, hal ini membuatku sedikit lega coz ada yang diobrolin setelah sekian lama. Juga aku bisa menanyakan beberapa hal yang bagikut belum jelas ke mereka coz mereka rupanya sudah lebih dari 1/2 tahun di Perth coz harus menempuh kursus bridging dulu.Selain orang Indonesia, bisa dikatakan pula hari Rabu itu aku banyak berkenalan dengan orang2 dari negara2 lain kaya India, Maldives dan Malaysia. Sayang belum ada yang dari Korea ato Jepang ^^;....
Kamisnya masih banyak acara2 dikampus. Paginya adalah seminar pengenalan layanan2 pendukung bahasa inggris bagi mahasiswa2 baik under dan postgrad. Seusai acara aku memutuskan tuk ikut acara pengenalan perpustakaan yang diadakan siangnya bersama pak Usman yang baru kukenal sehari sebelumnya. Selama acara, aku lumayan takjub dengan berbagai layanan yang ada diperpustakaan itu. Hi-Tech-lah pokoknya. Dan enaknya lagi, masuk kedalam boleh bawa tas dan minum. Kalo mo makan disediain cafetaria dan tempat khusus tuk ngemil2. Tapi tempat itu juga asik coz ber-AC dan bisa mengakses internet. Walo secara pribadi masih belum ngerasa puas dengan pengenalannya, tapi paling ngga bisa tahu tempat2 yang kubutuhkan kalo perlu2 pinjem buku.
Sambil nunggu acara berikutnya selesai, aku nunggu di lounge perpustkaan bersama pak Usman. Ngga taunya, disana malah ketemu beberapa orang Indonesia lagi. Jadinya malah ngobrol lagi. Kali itu ngga sd 2 jam tapi 1 jam aja. But still it realy felt happy to have a little chit chat with fellow Indonesians. Just makes u feel u'r at home :). Sayangnya ngga bisa lama2 bareng temen2 coz harus makan siang (perut dah lumayan keroncongan) dan acara berikutnya dah tinggal setengah jam lagi. Acara berikutnya cuma lebih semacam pengenalan bagaimana beradaptasi di Perth secara umum. Beberapa mahasiswa lama juga berkesempatan berbicara memberikan pengalaman mereka bagaimana mereka menjalani awal2 masa mereka disini dan tips2 bagaimana agara cepat beradaptasi. Acara yang seharusnya 2 jam malah selesai 1 jam lebih awal. Jadinya pulang ke kamar lebih cepat deh.
Jumat...well, ngga banyak yang kulakuin. Paginya cuma belanja dan habis itu masak. Selama seminggu kebanyakan makan roti kupikir sudah saatnya meluangkan waktuku tuk masak makanan yang lebih "Beradab". Pagi itu nyiapin pecel. Tuk pecelnya sendiri bisa kukatakan lebih sukses daripada minggu lalu. Juga lauknya yang berupa tahu dan tempe goreng. Yang jadi masalag ada nasi yang kumasak pada malam sbelumnya. Sepertinya aku terlalu panas memasaknya sehingga menyisakan kerak nasi yang lumayan tebal di lapisan bawahnya. Untungnya nasinya masih bisa dimakan. Secara umum, sarapanku kemaren bisa dikatakan lumayan nikmat lah.
Siangnya sebelum Jumatan aku mampir ke Bank West dulu. Pengennya ngurus permohonan kartu kredit tapi gagal gara2 adanya persyaratan yang mengharuskan pemohon merupakan seorang Permanent Resident. Waduh...bakal berabe nih tuk urusan kedepan, terutama tuk plan-ku mencari sambungan internet. Bakal harus nyari alternatif2 lain deh. Berhubung masih ada waktu sebelum Jumatan, aku coba ke perpus tuk ngenet sebentar dan minjem buku2 yang kubutuhkan tuk kuliah. Alhamdulillah buku2nya ada tapi ada 1 yang hanya bisa dipinjam selama 3 hari. Padahal setelah kubaca isinya lumayan bagus dan asik. Zannen desu nee...
Habis Jumatan, aku cuma ke bookstore tuk ngembaliin form permohonan autodebet tuk SMARTRIDERku trus kembali ke kamar. Sampai malamnya aku ngga lagi keluar coz I hadsome other things to take care off kaya membaca buku2 yang kupinjam. Ngecek jalur bis tuk ke sunday market di daerah Belmont dan lain2nya. Walo kesannya introvert ato apa, tapi jujur aja aku menikmati saat seperti ini. Bisa meluangkan waktu tuk diri sendiri setelah keluar dan bertemu orang dan temen2 baru. Bukannya ngga mau keluar tapi di sore hari yang sepi di Perth, keluar juga bukan suatu pilihan yang baik kecuali ada temennya yang bisa diajak jalan2.
Secara keseluruhan, minggu ke minggu disini lebih banyak hal2 baru yang kudapatkan. Dan aku juga mulai harus mempersiapkan diri menghadapi proses perkuliahan, suatu hal yang sudah tidak kualami selama 1,5 tahun terakhir. Makanya aku pikir mumpung ada silabusnya maka aku harus belajar2 lagi mengenai apa yang akan keluar agar lebih siap. Juga belajar lagi bahan2 yang sifatnya dasar tuk lebih menyegarkan dan mengingatkanku kembali mengenai pelajaran2 dasar akuntansi. Oleh karena itu, minggu depan sepertinya aku bakal harus lebih banyak meluangkan waktuku di perpustakaan. Walo keliatannya membosankan tapi mau ngga mau aku harus memaksa diriku tuk ini. Ini karena aku pengen memulai kuliahku disini dengan lebih mantap dan penuh persiapan. Masa2 santaiku sudah selesai dan kurasa sudah saatnya mempersiapkan diri secara lebih serius demi masa depanku sendiri.
Ohya..aku masih kepikiran mengenai bagaimana aku dapat mengakses internet. Dengan tidak bisanya aku mengakses internet melalui tawaran housing services gara2 ngga ada kartu kredit maka aku harus segera mencari alternatif lain. Salah satunya adalah ngecek apakah aku bisa mengakses Wi-Fi di perpustakaan dengan laptop-ku. Tapi, walopun nantinya bisa, tetep aja sepertinya aku bakal membutuhkan sambungan yang sifatnya tetap. Terutama kalo malam sudah tiba. Ngga mungkin sewaktu-waktu aku butuh ngenet, baik tuk tugas ato hiburan aku mbelain ke perpus pada malam hari. Kalo dah kaya gini kayanya emang harus mempertimbangkan lagi berbagai tawaran2 broadband connection yang berseliweran. Walo emang harus mengikat kontrak tapi mo gimana lagi. Soalnya ini sudah menyangkut kebutuhan yang sedikit banyak bersinggungan dengan keperluan kuliah juga. Semoga aja dalam waktu seminggu kedepan aku bisa menetapkan pilihan terbaik bagiku mengenai bagaimana bisa mengakses internet secara cepat dan konstan.
Aku rasa itu aja dulu. Aku berharap minggu depan bisa lebih berwarna lagi. Juga semoga apa2 yang telah kurencanakan terkait usahaku mengejar ketertinggalan dalam hal materi kuliah yang kulupakan bisa terlaksana. Matta aimashou....^_^
Saturday, February 09, 2008
快晴日
Anyway, the last 3 days here has been quite pleasant. It's about the weather that I'm speaking here. Perth yang sehari-harinya panas luar biasa kaya di padang pasir berubah menjadi sejuk gara2 mendung berat yang menandakan akan hujan. Dan rupanya memang terjadilah hujan itu kemaren pada hari kamis. Nggak tanggung2 hujannya, seharian coi!Yang pasti hal ini membuat suasana lebih dingin dan sejuk. Sangat kontras dengan hari2 sebelumnya yang dimana harus menyalakan kipas dan terbangun tengah malam gara2 kepanasan sampai kaos dan sarung bantal basah kuyup gara2 keringat.
Walo menurut ramalan cuaca hal seperti ini hanya akan bertahan sampai besok, tapi yang jelas paling ngga hal ini dah memberi bantuan yang teramat bagiku terutama terhadap upaya tidur yang cukup dan tenang di malam hari. Sebelumnya, merupakan hal yang biasa terbangun tengah malam gara2 kepanasan. Dengan hawa sejuk ini, at least I can get a sound sleep for the couple of nights pasted. Semoga bisa tetap tidur nyenyak walo hawa kembali panas lagi nanti.
Selain bicara masalah hawa yang agak bersahabat belakangan ini menurut gw, yang pasti hari2 belakangan kurasakan lebih berwarna. Salah satunya adalah aku udah berkenalan dengan lebih banyak orang daripada minggu lalu yang terasa sepi dan membosankan. Dimulai dari senin kemaren dimana aku berkenalan dengan mas Alfian yang orang Aceh. Aku juga dikenalkan dengan temannya orang Bangladesh yang tinggal di Rotary House. Hari ini aku juga sempat berkenalan dengan seorang anak Aceh lainnya bernama Abrar yang kutemui pas Jumatan dan juga Karen yang merupakan Residence Assitant di asramaku.
Dari segi kegiatan sebetulnya bisa dikatakan hampir sama kaya minggu lalu, hanya saja beberapa harus dibuat lebih padat berhubung masih ada waktu luang sebelum masa orientasi dimulai. Kaya menjelajahi jalur bis, jalur CAT biru sudah selesai. Sebetulnya mau sekalian menjelajahi jalur CAT merah dan kuning tapi apa daya aku terserang rasa ngantuk akibat kena hawa AC yang sejuk di bis. Sepertinya hawa AC jadi musuh besarku disini coz tiba2 aku pasti kena ngantuk hasil hawa sejuk AC yang melenakan badan dan pikiran. Maklumlah, sehari-hari di Perth emang panas luar biasa.
Tuk keuangan gw, at last bisa buka rekening tabungan. Awalnya cukup bingung sih awalnya coz ngga dikasih buku tabungan kaya di Indonesia but it turned out to be that way here in ozzy. Baru tadi sebelum Jumatan bisa kulakukan setoran pertamaku. Tinggal nunggu kartu ATM datang deh ke kotak pos ku. Aku juga tadi ngambil brosur tuk pengajuan kartu kredit. Senang ngga senang ternyata emang harus memiliki kartu kredit disini. Ini dikarenakan beberapa transaksi yang potensial kulakukan dimasa depan kemungkinan bakal harus kulakukan dengan kartu ini. Tinggal berharap agar aku ngga aju mumpung coz bagaimanapun ini adalah kartu HUTANG!So use it wisely.
Another thing, kerusakan2 yang terjadi di kamar gw sudah diatasi yakni kerusakan pada stop kontak dapur dan colokan LAN di kamar. Ini berarti aku sudah bisa mulai masak dan ngenet (walo cuma site2 kampus doang) di kamar. Tuk masak, udah kumulai tadi dengan membuat pecel. Cukup pontang panting tadi coz rupanya aku gagal memasak nasi pake microwave dan terpaksa harus masak pake panci. Tuk sayur bayamnya, rupanya aku lupa merebusnya dan kumakan mentah2 ^^;eniwei, sejauh ini belum ada komplikasi terhadap perutku jadi kuasumsikan aman2 sejauh ini. Nasinya sendiri sih jadi. Tapi entah mengapa aku merasa nasinya kok beda banget. Apa gara2 jenisnya ato kurang masak ato gimana...entahlah....>_<>
Tuesday, February 05, 2008
When The Leaves Stay Still
Masih sekitar 6 hari lagi menjelang kegiatan perdanaku disini yakni berupa prep week dan aku masih bisa dikatakan harus mengais-ngais kegiatan tiap harinya agar ada kerjaan disini. Tuk hari2 pertamaku disini aku gunakan untuk mengenal kota Perth, mengenal kampus, pindah ke asrama dan jalan2 ma si Evy sekalian bantu nyari tempat kos-nya.
Beberapa hari ini aku sempat bekenalan dengan 2 mahasiswa Indo. Masing2 dari Surabaya dan Aceh. Yang dari Surabaya aku dikenalin ma Denok. Namanya Mas Roem, kul di Murdoch. Kami sudah sempet ketemu Sabtu kemarin. Walopun cuma singkat tapi aku senang bisa ketemu ma orang Indonesia agi disini. Yang anak Aceh namanya Alfian. Aku dikenalin lewat mas Roem. Tapi kami masih harus ketemu. Aslinya sih kemaren tapi diundur ampe ntar sore. Tempat tinggalnya juga dekat dari tempatku yakni di Guild House yang terletak sekitar 100 m jalan kaki dari tempatku.
Selain hal2 diatas, bisa dikatakan aku banyakan melamun dan membaca novel tetralogi Laskar Pelangi. Terlepas bagaimana aku mendapatkan buku ini pada awalnya, aku sangat bersyukur bisa membaca seri novel ini. Ceritanya sendiri sangat inspiratif dan menggugah semangat. Belum lagi ada beberapa persamaan antara apa yang sedang kualami dengan apa yang ada di buku. Membaca buku ini sedikit banyak telah membantuku mengurangi rasa sepiku jika tidak sedang melakukan apa apa di kamarku.
Adapun mengenai lamunanku di kamar, well...it really can't be helped. At least until I've attended prep week. Pengen banget sih sebetulnya jalan2 menjelajahi rute bis dan kereta. Apalagi aku sudah mendapatakan kartu SmartRider sehingga ngga perlu repot2 nyiapin uang receh tiap kali naik suatu metoda transportasi. Permasalahan utamanya adalah hawa panas yang sangat menyengat disini. Panas disini kalo gw bilang mirip2 kaya panas di padang pasir. Ngga ada nuansa lembab sedikit pun. Dengan adanya hal ini, paling ngga harus persiapan minum di tas kalo mo jalan2.
Ketika kumelamun menatap jendela, sebetulnya ada perasaan damai yang kudapatkan. Hanya saja nuansa ketenangan disini seakan-akan aku terisolir dari lingkungan. Mungkin aku mengatakan hal ini karena temanku masih belum banyak. Selain itu, perasaan damai ini juga terganggu oleh kesenyapan dari pohon2 yang kupandangi tiap hari. Kering dan ngga bergerak sedikit pun. Hal ini sedikit banyak mengingatkanku pada Surabaya kalo sedang panas-panasnya.
Beberapa hal yang masih harus kulaksanakan adalah lapor diri ke konjen, menjelajahi jalur2 bis serta membuka rekening. Tuk lapor ke konjen, aslinya sih Jumat kemeren dah harus terlaksana. Apa daya aku lupa bawa paspor sehingga jadwalku jadi kacau. Apalagi aku juga harus jumatan sehingga harus kukorbankan lapor dirinya. Andaikata jarak antara masjid dan konjennya ngga jauh, bisa aja sih selesai Jumat itu. Masalahnya jarak antara keduanya ada sekitar 1,5-2 kilo rek.
Menjelajahi jalur bis, hmmmm.....emang perlu sih kalo yang ini gw rasa. Bukannya apa. Bagiku yang masih harus jalan kaki kemana-mana, bis merupakan salah satu metode yang harus kumanfaatkan. Apalagi kalo nanti sudah masuk dan aku ada perlu ke rumah teman ato orang lain. Tentunya akan lebih terasa bukan. Aku masih harus mencari waktu yang tepat coz menjelajahi jalur bis juga berurusan dengan banyak persiapan seperti minum dan waktu sholat. Kalo ngga persiapan bisa2 aku kelewatan waktu sholat yang jadwalnya jadi agak aneh di negara 4 musim seperti OZ ini.
Adapun untuk buka rekening, aslinya ngga keburu amat. Planku baru buka rekening nanti kalo dah masuk prep week. Kenapa jadi keburu dikarenakan aku merasa perlu sambungan internet yang sifatnya dedicated. Ini dikarenakan sifat ngenetku yang sering nge-download dan kunjungan rutin ke warnet tentunya ngga bisa memuaskan hasratku. Beberapa hari yang lalu aku ke kota ma Evy tuk nyari tawaran2 ngenet yang sekiranya terjangkau dan juga cepat. Beberapa sudah ada ditangan tapi ada satu masalah. Masalahnya adalah aku harus punya rekening dimana nanti tagihannya akan di-debit langsung dari rekeningku. So...that's why I'm quite deperate to open a savings account.
Bicara masalah ngenet juga bukan berarti segala beres hanya dengan membuka rekening. Permasalahan lainnya adalah bahwa hampir semua dari tawaran2 itu mengharuskan aku untuk mengikat kontrak dengan mereka selama minimal 2 tahun. Kalo dah begini, tentunya ngga bisa grusa nggrusu langsung main ikat kontrak. Walo ayah sendiri sudah melarang aku main kontrak yang begini, aku sendiri masih harus memikirkan beberapa hal sebelum mengiyakan salah satu tawaran yang ada. Yang pertama adalah bagaimana jika aku liburan ke Indonesia. Tentunya tagihan akan jalah terus walo aku ngga make Internet. Yang kedua adalah bagaimana jika aku memutuskan kontrak. Kalo yang ini sih kemungkinan bakal terjadi coz waktu studi normalku akan selesai sekitar bulan Desember 2009.
So the problem now is to think quickly and find other kinds of plans that don't involve long term schemes. Bagaimanapun cepat ato lambat, aku bakal membutuhkannya coz ngga mungkin lah aku terus2an nyanggoni kampus atao turun ke kota tuk ke warnet hanya tuk sekedar donlot. Dengan banyaknya tugas dan belajar yang harus kulakoni nanti menurut perkiraanku, adalah naif hanya mengandalkan metode2 hiburan yang sifatnya konvensional tuk menghibur diri. Aku butuh suatu hiburan yang dapat kunikmati hanya tuk diriku sendiri. Sesuatu yang sifatnya gw banget. Let's just hope I'll find a solution sooner or later.
So, I guess that's all for know. Only 6 days left so endure it. I'm pretty sure life will be more colorful when prep Week comes. Just do what u've already planned and try some unconventional methods to get to know people. Why not go to the common room for instance. There might be other people there like me waiting to make new friends. Anyway...C Ya later.....
Friday, February 01, 2008
Life Long X-perience
Eniwei, like it or not yang jelas gw harus bisa bertahan di tempat ini bagaimanapun juga. I hope I'll survive somehow. Bicara masalah akomodasi dan pencariannya, gw jadi inget si Evy. Akhirnya ketemu juga Selasa kemaren di lobi hotel setelah aku cek out. At first look, she does have a chinese look, sesuatu yang rupanya salah coz dia rupanya asli dari Kal-Sel. Terlepas bagaimana rupa dan sukunya, yang jelas aku cukup senang ada teman ngobrol di awal2 masaku di Perth, apalagi merupakan sesama orang Indonesia. Untungnya dia juga bareng ma kakaknya selama disini. Jadinya ngobrolnya juga tambah rame pula.
I really have to thank her too karena ada yang mbantuin aku ngusung2 barang ketika aku pindah dari hotel ke Asrama. Soalnya barang2 ku buanyaaakk banget. Aslinya sih ngga seberapa berat tapi selama di hotel jadi ketambahan beberapa barang kebutuhan tuk di kamar. That made things much more heavier than expected. Selesai nro barang di kamar, gantian gw menemani dia nyari akomodasi. Sayang beribu sayang, layanan yang kudapat di Curtin housing service tuk mencari akomodasi off campus beberapa hari lalu ngga bisa dia nikmati. Ini dikarenakan dia masih harus menempuh ELICOS dulu disini. Kami diminta datang langsung ke gedung CIC tuk mencari informasi disana berhubung dia merupakan siswa sana. Housing services juga menyatakan hanya akomodasi on campus saja yang bisa mereka sediakan tuk siswa ELICOS.
Di CIC sendiri, kami akhirnya bisa mendapatkan beberapa info mengenai yang dia cari. Sayangnya, hanya 3 yang berhasil dikonfirm malamnya. Setelah itu kami kemudian makan siang dan kami berpisah karena mereka harus menjemput adik mereka. Back to my room, everything felt different. Ketika disinilah aku menyadari betapa terisolirnya aku dari keramaian. Dengan begini jadinya aku paling ngga harus nyempeti diri jalan2 ke kota tuk menghilangkan kejenuhan dan rasa sepi disini. Saking bingung harus ngapain, gw cuma sempet belanja makanan doang kedepan sorenya dan kemudian mengurung diri di kamar sampai aku ketiduran gara2 rasa capek seharian. Sialnya pula, entah karena kaget ato panas, tengah malam aku terbangun. Untung si denok mbalas sms yang kukirim siangnya. At least that made me occupied till the next 2 hours till I felt asleep again.
Esoknya, aku memutuskan tuk jalan2 di kampus tuk mengenal gedung2 kuliahku dan tempat2 yang harus kusinggahi selama prep dan O week. Planku sih bakal makan waktu 2 jam tapi ternyata hanya makan 1 jam. Padahal kecepatan jalanku sudah kuperlambat dan kuusahakan sesantai mungkin. Selesai itu gw kembali ke kamar. Ngga banyak yang kulakukan disana sampai waktu janjian sorenya dengan Evy cs tuk nemeni nyari kos. Paling2 berusaha tidur siang, sesuatu yang gagal karena panasnya hawa disini. Juga belanja kebutuhan yang belum terbeli diseberang dan menata isi lemariku.
Sorenya ku bertemu lagi dengan Evy. Selain kakaknya, kali itu dia juga mengajak adik lakinya. Tempat pertama yang kami singgahi adalah sebuag rumah di daerah karawara di belakang Erica Underwood House. Sebetulnya tempatnya sih asik2 aja, gede, ada laundry-nya. Sayangnya tempatnya tampak jorok ngga pernah dibersihin didalamnya. Berlanjutlah kami ke tempat berikutnya. Sayangnya karena bis berikutnya lama banget, kami terpaksa harus berjalan kaki dari halte bis Curtin ke tempatnya. Ngga jauh sih tapi sepinya jalan yang membuat kita berpikir apakah kita emang sedang ada di kota yang berpenghuni. Sampai juga di tempat terakhir. Kali ini tempatnya agak mendingan. Pemilik rumah juga menawarkan tuk melihat2 lokasinya yang satu lagi. Namun segala mulai tampak malam. Aku jadi tanya ke yang punya rumah apakah dia bisa mengantar aku pulang sampai depan shopping center. Dia bilang selama aku ngga terburu dia bisa. Aku terpaksa mengiyakan. At least daripada harus nunggu bis lama dan di tempat yang sepi.
Selesai melihat lokasi satu lagi, aku berpisah ma rombongan Evy. Jadilah aku sendirian ama yang punya rumah. Sebelum mengantarku pulang, dia bilang mau njemput ibunya di rumah yang sebelumnya. Selama menunggu, untungnya dia juga mengajakku ngobrol mengenai berbagai hal. Dari itu aku mengenalnya dengan nama Miss Kim, seorang warga Thailand. Banyak yang kami obrolkan. Well, I had to keep the speaking alive to make things more livelier. Walo harus nunggu agak lama , tapi aku lega ada juga teman bicara selama nunggu. Akhirnya, walo aku baru sampai di kamar jam 1/2 9, Aku sangat berterima kasih dia mau berbaik hati mengantarku. Aku ngga bisa membayangkan jika harus nunggu di halte sore2 dalam suasana sepi. Walo tampak terang karena masih summer, masalahnya jalan2 dah pada sepiiii banget. Seakan ditinggal seluruh penduduk entah kemana.
Malamnya, aku cuma mandi dan makan malam sambil menikmati acara TV yang ada. Masih untung acara TV disini lebih bermutu jadi ada sedikit hiburan di tengah waktuku sini yang sepi. Sungguh 2 hari pertama disini yang gimana rasanya. Tuk esok dan lusanya, aku sudah membuat plan yang lebih matang agar waktu disini bisa lebih berguna dan ngga terasa sepi. Salah satunya adalah dengan jalan2 ke kota pada Jumat besok. Planku sih pengen ngenet. Tapi aku juga plan mau sekalian lapor diri ke konjen dan juga memanfaatkan waktu luang yang ada tuk menikmati beberapa hal yang belum sempet kurasakan seperti naik jalur CAT. Ohya...berhubung Jumat sekalian mau nyoba Jumatan di masjid yang kebetulan ada di kota Perth. I'm gonna make the most out of it in that day. My hope till Prep week starts......May my days be more colorfull and I could make new friends, aminnnn......
