Monday, January 28, 2008

Stuck in Ozzy...

O well...finaly, my solitary days have started yesterday when my parents left me here in the hotel. Jujur aja, mau sedih juga bisa tapi aku merasa hal ini ngga akan membantu banget. Yang malah membuat gw kepikiran adalah bagaimana segera menyelesaikan kewajiban2ku satu per satu dalam beberapa hari kedepan.

Esok hari aja, yakni tadi pagi, tuk ngisi waktu, gw memutuskan tuk jalan2. Niat awalku sih pengena menaiki bis CAT yang jalur merah dan biru. Apa daya niatku batal gara2 bis2 itu ngga beroperasi gara2 hri itu adalah hari libur Australia Day. Jadinya harus segera menjalankan plan B yaitu menjelajahi jalur bis yang ke arah Curtin University.

Namun aku tidak segera dapat melakukan hal ini. Ini disebabkan aku masih harus sarapan dulu. Susahnya, berhubung hari libur, makanya susah banget nyari resto ato cafe yang udah buka. Padahal waktu dah menunjukkan lewat pukul 10.30 pagi. Terpaksa gw makan di Mc D. Sebetulnya ngga bakal jadi masalah andaikata Mc D disini halal. Agar ngga makan makanan yang ngga halal, gw jadinya cuma mesan kentang, apple pie dan orange juice.

Selesai mengisi perut segera aku berjalan ke stasiun bis. Suasana cukup sepi disana. Sesampai disana rupanya bis bakal datang beberapa menit lagi so I had to prepare my exact change soon. Begitu bis datang, segera aku bayar dan duduk dengan tenang. Selama perjalanan sendiri, gw lebih cenderung memperhatikan peta jalur yang gw lewati. Selain tuk mengnal suasana sepanjang jalur, ini tuk jaga2 gw jablas melewati Curtin. Alhamdulillah gw akhirnya sampai di halte bis Curtin.

Di halte bis ini, gw plan balik dengan jalur yang sama ke arah Perth. Sayangnya bis berikutnya baru datang 1/2 jam lagi. Jadilah gw nunggu di halte sambil mendengarkan iPOD gw. Lama berselang, bis datang juga. Sepanjang perjalanan pulang, gw bisa lebih menikmati perjalanan coz gw tinggal turun di stasiun Wellington St. Sayangnya, turundari bis, rasanya pusing menyerangkepala gw. Sepertinya sih gara2 kena AC langsung di bis. Pengen langsung ke hotel tapi gw pikir makan siang dulu. Sekalian makan yang banyak lah biar malamnya ngga perlu makan lagi so gw pikir makan kebab merupakan keputusan baik. Alhamdulillah tempatnya buka so makanlah gw dengan lahap.

And so that's my journey around Perth today and alone. Masih pengen jalan2 menjelajahi jalur2 lain termasuk jalur kereta api tapi gw pikir itu bisa buat nanti2. Beberapa hari kedepan terutama besok gw tentunya bakal disibukkan dengan urusan2 seperti checkout dan pindah ke asrama. Bagaimana jadinyabesok gw tentunya ngga tahu, tapi gw berharap sangat semua berjalan lancar tanpa adanya gangguan dan halangan.

Bicara masalah pindah, ada seorang yang bernama Evy. Orang ini pertama menghubungi gw hari Jumat siang. Ngomongnya sih dia tahu no gw dari IDP malang. Terlepas dari bagaimana hal ini bisa terjadi tanpa sepengetahuanku, yang pasti hal ini jadi semacam berkah bagi gw coz ada yang setidaknya menemani gw di Perth. Kebetulan dia juga nempuh S2 dan di Curtin juga. Aslinya sih ketemuan tadi pagi tapi gw putuskan besok selasa aja. Ini karena anaknya minta ditemani tuk nyari2 tempat tinggal dan kantor2 baru buka kembali besok. Ya itung2 ada kerjaan pasti besoknya. Itupun kalo ngga minta ditemani juga gpp. At least I know that Im not alone in this sort of situation.

Habis ini, sholat asar dan ngenet. Tentunya salah satunya tuk nge post blog ini. Aslinya gw ngga menjadwalkan tuk ngenet lagi. Sayangnya banyak bahan2 ngenet gw kemaren error dan ngga bisa dibuka. Jadi harus ngenet lagi, toh emang bahan2 gw yang ilang salah satunya terkait orientasi dan kuliah gw so I'll be really needing those information. Jujur, gw ngga senang walo emang penting coz itu juga menghabiskan uang. Walo harganya sebanding dengan kecepatannya (rata2 40 kb/sec rek!!!), tapi masalahnya sampai gajian gw berikutnya gw harus bener2 menghemat segala sesuatu. Just hope such kind of situation doesn't happen again.
Anyway, may I have more colourfull days tomorrow and next time. Ini juga agar aku dapat segera menatap hari esok dan ngga cepat homesick. AMIN...

NB : Sebanyak apapun anda berpamitan dan mengucapkan selamat tinggal, hal ini ngga akan pernah cukup begitu anda telah berpisah dengan orang2 terdekat anda...

Sunday, January 27, 2008

24 hours later....(Part 2)

OK...lega dah gw dah dapat tempat tinggal di perth. Berarti setengah dari beban-beban awal di perth sudah terselesaikan. Tinggal menyelesaikan masalah2 pendukung lainnya yang turut menunjang kehidupan gw disini.

Selesai dari Curtin, kta semua kembali ke hotel untuk akhirnya check-In. Walo terjadwal untuk masih keluar jalan2 nyari barang pendukung hidup di kmar, waktu di kamar gw manfaatin baik2 tuk istirahat sedikit dan membaringkan tubuh yang lumayan remuk karena sedikitnya istirahat dan rasa jet lag yang masih lumayan tersisa. Di tengah-tengah istirahat itu gw memandang ke jendela jauh ke arah cakrawala dan berpikir, betapa cepatnya waktu berlalu sejak sore sebelum gw berangkat. Seakan baru kemarin gw di Indonesia dan sekaranang ke depan gw harus mulai berjuang di kota yang asing ini. Mengingat pesan2 dukungan dari teman2 sebelum berangkat, gw jadi kembali rindu akan mereka semua dan berekad agar tetap tabah demi aku dan mereka semua.

Setelah cukup istirahat di kamar, kembali kami keluar jalan2. Kali ini semua berjalan lebih santai karena target utama sudah tercapai. Sambil jalan2 inilah kita sembari mencari barang2 yang gw butuh di kamar seperti sprei, bantal dan sarungnya, piring, garpu sendok dan hal2 lain. Aslinya sih mau beli langsung tapi kita putuskan tuk jalan2 dan membandingkan harga2 di beberapa toko dulu. Karena barang2 disini cukup mahal, maka kami memang harus berhemat agar bisa dapat barang yang bagus dengan harga agak murah. Bahkan selisih $1 pun cukup berharga bagi kami.

Namun, acara2 jalan2 kami sedikit terganggu dengan rasa lapar yang amat sangat. Emang sih, waktu ketika itu sudah menunjukkan pukul 6 lewat. Walo langit masih cukup terang tapi yang bagi gw, itu sudah waktunya mengisi baterai diri. So kami akhirnya makan di sebuah resto halal yang menjual makanan malaysia. Bisa dikatakan lumayan enak dan cocok coz sebagian besar makanannya hampir sama dengan makanan Indo. Kalopun ada yang beda itu adalah porsinya yang besar. Andai itu ngga dalam keadaan lapar, jamin deh gw bakalan bisa menghabisi makanan gw.

Kami masih lanjut mencari toko2 dan membandingkan harga2. Perjalanan berakhir di toko yang bernama Target. Disini kami membeli barang2 seperti gelas, bantal, piring, sprei+sarung bantal. Sisa barang2 yang kami beli kami putuskan tuk membelinya besok. Yang pertama karena kami sudah cukup lelah berjalan2 seharian sejak dari bandara. Yang kedua karena emang barang2 yang kami beli sudah cukup banyak dan repot untuk membawanya. So, berjalanlah kami menyeret kaki kami kembali ke hotel untuk menaruh barang dan mulai beristirahat.

GW kira itu dah bener2 selesai dan ngga perlu lagi keluar hotel tuk sisa hari. Ternyata gw kelupaan barang2 gw di mobil dan harus gw ambil, terutama tuk starter pack SIM card gw. GW masih harus mempelajari cara pemakaiannya yang masih asing bagi gw. Sayangnya ayah baru ke tempat parkir setelah maghrib(padahal waktu dah jam 8 lewat dan langit masih sedikit terang ^^;). Berhubung ada waktu, gw pake aja tuk nulis blog bagian pertama ini. Lega juga sih bisa akhirnya menuliskan isi hati setelah badan capek dan hati masih diserang rasa homesick yan teramat sangat.

Gw baru sempet keluar ke mobil sekitar jam 1/2 10. Jalan2 sudah cukup sepi dan sebagian toko2 dijalan sudah tutup. Kalopun ada yang masih buka itu adalah cafe2 dan pub2 yang sebagian isinya adalah orang berkaraoke dalam keadaan mabuk karena alkohol. Bahkan kami sempat mendapati ada orang mabuk dan ngamuk2 mukul dan menendang barang2 apapun yang dia lewati. Anyway, masih untung convinience store yang kami tuju masih buka. Yang kami beli cuma beberapa botol air putih (yang ternyata bermerk aqua, ngga nyangka ada<_<) dan beberapa camilan tambahan. Setelah menitipkannya di kamar hotel sebentar, barulah kami berjalan kesana.

Back to hotel, aku berusaha untuk menyelesaikan sisa blog ini yang part 1. Langit sudah kembali gelap dan waktu sudah menunjukkan pukul 11. Sebelum ku terlelap dalam tidur gw, gw bergumam, betapa waktu berjalan cepat dalam jangka waktu 24 jam lebih terakhir. Mulai dari persiapan terakhir berangkat, ngirimi teman2 sms pamitan, ke bandara,nunggu pesawat, berangkat, sampai, nyari akomodasi, belanja dan akhirnya di kamar. Semua sudah berjalan dan selesai bahkan sebelum aku sendiri telah menyadarinya. Sebelum menikmati first sleep gw di Perth, gw cuma berharap dalam hati bahwa semoga2 hari2 berikutnya gw disini bisa dilancarkan dan rasa homesick gw bisa berkurang. Kenapa gw juga berharap yang terakhir. Itu karena gw ngga pengen sekadar menatap masa lalu tapi juga bersiap tuk mengahadapi masa depan. GW ngga mau mengulangi kesalahan gw dulu oleh karena itu gw harus menyiapkan langkah2 gw selanjutnya. Biarlah sms2 terakhir temen2 gw jadi pemacu semangat bagi gw tuk meraih kesuksesan gw disini. My last thought b4 sleep, my life struggle has just begun.......

24 hours later....(Part 1)

Well...here I'am now in Perth. Walo lega bisa juga sampai di kota ini setelah penantian yang cukup lama, tapi yang jelas hatiku banyak meninggalkan kisah.

Dalam 24 jam terakhir lebih dikit mulai sore maghrib sebelum aku berangkat sampai pukul 9 ketika aku menuliskan blog ini keesokan harinya, banyak dan banyak hal yang telah terjadi. Yang jelas apa yang gw lakukan selama waktu tersebut cukup menyita waktu dan menguras emosi-ku beberapa saat.

Sore itu gw mulai ngirim sms pamitan ke beberapa teman. Yang jelas gw cicil, mulai yang paling jarang dw hubungi sampai yang paling sering. Sms balasan pun mulai datang secara bergelombang mulai saat itu sampai beberapa saat menjelang aku boarding ke pesawat. Yang pasti, semua pesan itu meninggalkan pesan mendalam bagi diriku yakni betpa banyak rupanya orang yang perhatian padaku dan berharap banyak akan kesuksesanku kuliah di Perth ini. Sayangnya karena satu dan lain hal, gw ngga sempet memperpanjang dan memperbanyak waktu2 terakhir dengan teman2 karena satu dan lain hal seperti salah satunya kehabisan pulsa. Padahal sorenya gw dah minta lim tuk ngutangi pulsa sebanyak 15K. Nevertheless, paling ngga gw lega sekitar 90% lebih teman2ku sudah kupamiti.

Memasuki pesawat, rupanya kondisi cukup bikin sesak karena banyak2nya wong2 bule menurut gw yang menuh2in kursi pesawat yang cukup kecil aslinya. Niat awal untuk segera pulas tertidur setelah take off buyar gara2 makan malam disajikan. Walo cukup enak, tapi tetap aja gw agak sebel coz habis itu gw lumayan susah tuk kembali tidur nyenyak. Akhirnya, gw berhasil memejamkan mataku walo ngga pulas skitar 2 jam sebelum dibangunin beberapa menit menjelang kedatangan di perth.

Turun di pesawat, badan rasanya kaya habis diremuk oleh 2 pesumo level yokozuna, ngantuk dan capek tapi tidak tersalurkan secara benar. Sebelum sempat memikirkan hal ini, gw dah kembali disibukkan dengan sedikit masalah terkait bumbu pecel yang gw bawa. Rupanya hal ini harus dilaporkan dan gw sama sekali ngga tahu mengenai hal ini. Keluar dari bandara tahu2 langit sudah cukup cerah sehingga bisa dikatakan gw telat sholat subuh. Cih...bettter not repeat it again :(Dari bandara naik taksi sampailah di hotel yang letaknya di tengah kota Perth. Sayangnya ngga bisa langsung check in sehingga beberapa barang harus dititipkan dan keluarlah kita mencari sarapan tuk mengisi menyongsong hari yang bisa dikatakan lumayan melelahkan.

Akhirnya terpaksa sarapan di Mc D. Aslinya sih banyaaaakkkk banget menunya yang g halal, tapi gw akalin dengan makan hotcakes aja+teh. Sebetulnya ada beberapa resto halal yang kami temui tapi beberapa memang belum buka sepagi itu. Aslinya juga makan hotcake sama sekali ngga mengenyangkan but terpaksa sekali harus dibetah-betahin.Setelah itu, gw nyempetin diri tuk beli kartu perdana dimana gw memutuskan memilih yes optus.

Rupanya tuk urusan kartu telepon kli ini cukup bikin senewen. Apalagi kalo bukan karena ribetnya aktivasi yang ternyata harus dilakukan dengan berbicara langsung dengan operator. Kalah ah ama metode aktivasi di Indo yang cepat dan cuma lewat sms aja. Setelah melewati interogasi opeartor berlogat India yang lumayan bikin telinga merah, gw akhirnya bisa mencoba secara terbatas fitur2nya. G banyak2, cuma ngabari pihak IDP mengenai kedatanganku di Perth. Ahya...Rupanya dari aktivasi tadi gw mempelajari 1 hal menarik yakni ketika beli kartu SIM perdama disana itu belum termasuk no hp definitif. In other words, kita baru dapat nomor pasti setelah kita melakukan aktivasi dan disetujui, ruweeeeeeeetttttttt........

Next thing....mencari mobil sewaan tuk dipake ngideri sekitar Curtin mencari akomodasi. Tuk hal ini, awalnya gw cukup waswas karena ayah ngga punya SIM internasonal. Tapi ternyata pake SIM Indonesia bisa juga so akhirnya meluncurlah juga kita mencari kampus CUrtin yang berada di luar pusat kota. Mencarinya sendiri pun juga cukup ruwet karena ketidaklengkapan pada peta yang dibeli ayah, kita sempet beberapa kali tersesat dan harus mencari jalan kembali ke jalan utama. Begitu sampai di Curtin pun juga masih bikin bingung coz rupanya tempatnya sangat luas dan akhirnya kita harus memarkir mobil dan mencarinya dengan berjalan kaki ke International Office.

Sampai disana, segera kutanyakan pada petugas yang ada apakah bisa dibantu mencarikan akomodasi. Alhamdulillah responnya cukup baik dengan disediakan waktu janjian sekitar 45 menit kemudian. Sisa waktu ini kemudian kupake tuk makan siang di cafetaria di samping kantor itu yang kebetulan juga menjual makanan padang halal. Kebetulan yang baik pula ketika mendapati bahwa yang menjual adalah orang Indonesia yang baik hati juga menawarkan tempat tinggalnya. Tawaran yang menarik tapi sayangnya harus kulakukan semacam perbandingan dengan tempat2 yang bakal gw cari berikutnya.

Setelah bertemu pada waktu yang disepakati, kami semua bersama pertugas dari housing service meluncur ke tempat2 off campus yang menawarkan tempat kosong. Yang pertama kami datangi adalah sebuah flat dekat kampus. Aslinya sih mau bangat yang ini coz kondisinya fully furnished and termasuk beberapa tambhan seperti TV, DVD player dan favorit gw.....Playstation 2!!!Wah...andaikata gw jadi nempati yang ini, jamin deh hari2 ku di bang yus bakal serasa dibangkitkan kembali. Sayangnya tempat itu mempunyai satu kelemahan payah yakni hawanya yang sangat menyengat. So terpaksa kami mencari lagi. Pilihan berikutnya rupanya datang dari lokasi On-campus yakni di Don Watts. Bisa dibilang yang ini lebih unggul dari segi jarak dai kampus serta nuansanya yang lumayan rindang. Akhirnya gw putuskan tuk ambil yang ini. At least paling ngga bisa dapat kamar dengan keadaan yang sama dengan pilihan pertama tapi jauuuhhh lebih dekat dengan kampus. Ah...andaikata gw bisa memastikan tempat ini jauh2 hari dari Indonesia, pasti gw ngga bakalan harus repot2 mencari akomodasi di Perth.

To be continued.....

Thanks for The Memories

Akhirnya, keluar juga gw dari Malang. Walo belum sampai di Perth n mampir ke Jakarta, tapi yang jelas hal ini meninggalkan perasaan sentimentil yang cukup mendalam bagi gw. Suatu hal yang wajar mengingat gw telah tinggal di Malang selama kurang lebih 7 tahun, paling lama dibandingkan tempat2 lain yang telah gw tinggali sebelumnya. Selain itu, juga karena dibandingkan tempat2 lain, gw juga mengalami banyak hal secara lengkap dan mendapatkan pengalaman yang tak ternilai.

Yang patut kusyukuri adalah fakta bahwa aku meninggalkan Malang dalam keadaan baik2 dengan orang lain dan penuh kenangan indah, tidak halnya ketika terakhir kaliaku meninggalkan Jakarta beberapa tahun silam. Tahun2 ku di Malang harus kuakui telah membentuk dan mematangkan diriku sebagai seorang manusia dalam menghadapi getir pahitnya kehidupan yang tidak sempurna ini.

Padahal, ketika aku meninggalkan Jakarta aku tidak punya bayangan bagaimana pahitnya hidupku jika tinggal di Malang. Ternyata, hidup bahkan jauh lebih nyaman di Malang, sampe2 aku enggan untuk meninggalkan kota yang paling bagus se-Indonesia menurut gw. But life goes on and so I have 2 pursue my future outside Malang.

Kalopun jika ada yang kusesalkan ketika meninggalkan malang adalah tidak bisanya aku menemui temen2ku satu per satu sebelum berangkat. Wajar sih, coz 2 minggu sebelum berangkat jadwal gw sudah cukup ruwet harus ngurus ini dan itu. Bahkan sehari sebelum berangkat pun masih harus ngurusi perihal pemotongan rumput di rumah.

Waktu 7 bulan setelah aku selesai kompre benar2 terasa singkat dan cepat. Mulai dari les IELTS dan ujiannya, jalan2 ma teman2 ke berbagai tempat, wisuda dan lain2, semua itu serasa kepingan kenangan terindah yang sulit untuk dilupakan begitu saja. Aku berharap suatu saat aku dpat kembali mengingat waktu2 tersebut bersama2 temen2 jika Allah SWT menghendaki.

My hope and expectations when arriving at Perth aren't that high. Pertama2 mendapatkan tempat tinggal yang memadai, layak serta dengan harga yang pantas karena ini merupakan masalah utama yang sekarang sampai hal itu terpenuhi yang harus kuselesaikan. Setelah selesai adalah menyelesaikan tetek bengek lapor diri dan segera mengenali keadaan dan tempat2 di kota Perth sesegera mungkin.

And so, I can only bid farewell 4 the moment and say Thank's for the memories all these time.

Saturday, January 19, 2008

Drama Review : The Legend (Taewang Sa Shin Gi)


Satu lagi drama korea berbasis sejarah yang gw liat. Secara cerita dan latar sejarah, drama ini bisa dikatakan merupakan lanjutan dari drama Jumong dimana drama ini menceritakan mengenai kehidupan raja ke-19 Goguryeo yang notabene merupakan turunan Jumong. Walopun ada kaitan sejarah, tapi ceritanya sendiri merupakan cerita terpisah dari drama Jumong. Selain yang telah disebutkan diatas, drama ini juga menceritakan mengenai 4 dewa pelindung raja legendaris Jyuushin yang dijanjikan akan hadir dan melayani raja ini untuk mempersatukan seluruh bangsa Korea.

Drama ini diperankan oleh aktor terkenal Bae Yong Jun yang melejit berkat drama Winter Sonata dan Hotelier sebagai raja Damdeok. Juga ada pendatang baru Lee Ji Ah yang memerankan salah satu titisan dewa pelindung dan juga sebagai salah satu love interest tokoh utama. Walo bisa dikatakan berlatar belakang sejarah, tapi cukup banyak unsur mistik yang disertakan seperti adanya 4 dewa pelindung. Selain itu, drama ini juga menyertakan intrik yang cukup dalam dari awal cerita mengenai perebutan simbol 4 dewa tersebut dan pertumpahan darah antar kelompok kerajaan mengenai siapakah titisan raja Jyuushin yang sesunguhnya.

Dari segi akting, bisa saya katakan cukup memuaskan, terutama tuk Lee Ji Ah yang seorang pendatang baru sukses untuk menghayati perannya secara sungguh-sungguh. Juga dari penggunaan efek visual CG yang cukup memukau. Begitu juga pertarungannya yang sangat kolosal. Dari cerita sih secara umum lumayan bagus. Hanya saja menurut gw endingnya cukup ngga jelas karena tidak dijelaskan secara gamblang bagaimana semuanya berakhir dan penuh dengan simbolisme. Hal ini juga diperparah dengan buruknya kualitas terjemahannya dan hasil convert di dvd-nya. Jadinya ngga bisa menikmati secara keseluruhan deh :(.

Anyway, drama ini jika dibandingkan dengan Jumong bisa dikatakan sama serunya kalo ngga lebih baik. Keunggulan drama ini adalah kentalnya suasana intrik dan persaingan serta permainan strategi antar kubu. Tuk cerita cintanya, gw bilang sih biasa2 aja soalnya kurang begitu terasa bagi gw jika dibandingkan Jumong. Tapi secara keseluruhan, lumayan mantap tuk ditonton drama ini. Ngga bakal rugi deh pokoknya. Nilai 4 dari 5 tuk drama ini.

Monday, January 07, 2008

Rainy 2 Depart

UUhhhhhhh....ujan terus nih. Parah juga musim hujannya kali ini. Bayangkan, dalam sehari bisa hujan ters menerus tanp berhenti dalam beberapa hari terakhir. Yang jelas....hal ini bikin malas tuk keluar. Kalopun ada mobil tuk keluar, rasanya malaaaaasssss banget coz mood serasa ilang.

Ahhh, cukup ngeluhnya. Anyway, filing in my numbered days, I guess I'm gona have to prepare what 2 bring and what I should leave. Juga membuang barang2 yang sekiranya ngga dibutuhkan lagi. Agar ngga kaget, hal2 ini harus mulai kucicil dari sekarang sampai hari keberangkatan.

Selain hal diatas, aku pikir tuk segera menamatkan drama2 dan komik2 yang belum kuselesaikan. Walo aku yakin masih bisa baca di Perth sana, tapi tentunya ngga bakal seleluasa disini. Juga mumpung belum berangkat, banyak2in ketemu ma temen2 selagi masih bisa. Tidak lupa mempelajari kembali bahan2 akuntansi yang dah lumayan terkikis oleh banyaknya liburan selama 7 bulan sejak kompre.

Satu hal yang masih mengganggu pikiranku sampai saat ini adalah belum keluarnya visa pelajarku. Padahal tiket pesawat dah dipesan ortu tuk tanggal 24 ntar. Juga belum pastinya masalah akomodasiku disana akibat masih liburnya wong2 di Perth. Yaaaa.....moga2 aja hal2 ini bisa selesai at least dalam 2 minngu ini coz that's how much time I'f got left here.

Anyway, hope things goes smoothly till I depart. @ anyone, every departure 2 somewhere new would be quite awkward. 2 me personally, such things aren't new due to myself having 2 move places following my father's work. But now is a completly different story since I'll be living alone, without no one to know and at a foreign country. My dearest wishis that I'll be able to survive and quickly adapt myself at Perth in terms of living and studying. Amiiiiinnnn......-_-

Friday, January 04, 2008

Movie Review : I Am Legend


Film baru yang dibintangi Will Smith kali ini menurut gw agak beda nuansanya. Biasanya film2 yang dia bintangi cukup ramai. Tapi kali ini nuansa yang diangkat bisa dikatakan cukup sepi dan dalam bagi gw. Peran yang dimainkan adalah Robert Neville, seorang peneliti militer yang merupakan satu2nya orang yang selamat diseluruh kota New York dimana seluruh penduduknya musnah karena suatu virus misterius yang telah memusnahkan sekitar 90% lebih populasi umat manusia di seluruh muka bumi.

Dengan latar belakang demikian, maka akan kita dapati sebagian besar dari isi film merupakan bagaimana upaya dia untuk bertahan hidup ditengah kota yang sunyi senyap akibat sebaran virus. Dialah satu2nya yang selmat karena dia pulalah yang memiliki antibodi yang menyebabkan dia kebal dari virus tersebut. Sehingga dia juga berupaya untuk meneliti dan menciptakan suatu vaksin bagi virus itu selain kegiatan sehari-harinya berburu dan menyebarkan berita mengenai kehadiran dirinya kepada seluruh dunia melalui gelombang radio AM.Segala berubah ketika hadir 2 manusia, 1 wanita dan 1 anak2 ketika Robert tengah melepaskan diri dari serbuan zombie2 hidup yang terkena virus. Dari mereka, Robert dibujuk untuk mengikuti mereka dalam upaya mencari koloni, suatu hal yang dibantah eksistensinya oleh Robert karena keyakinannya bahwa hal itu tidak pernah ada.

Kebanyakan dialognya merupakan pembicaraan Robert dengan anjingnya, dirinya sendiri atau dengan manekin2 yang sepertinya telah diatur sedemikian rupa oleh dirinya. Suatu ha yang menarik bagi gw karena merupakan usaha menjga kewarasannya akibat tiadanya orang lain yang selamat. Tapi tingkat kewarasan ini juga akhirnya sepertinya kalah ketika hadir 2 orang yang mengajak dia mencari koloni. Mengenai 2 orang yang muncul ini, bagi gw tersa misterius banget karena dari segi setting cerita, ngga ada jalan mereka bisa masuk ke pulau Manhattan yang terisolasi dari sisa kota Ney York akibat putusnya berbagai jalan2 penghubung.

Terlepas dari beberapa keanehan, film ini menawarkan suatu kisah yang cukup kelam tapi mendalam maknanya. Bagaimana seseorang sendirian mempertahankan hidupnya dan sekaligus berusaha menciptakan vaksin dari virus yang tengah menyebar. Juga menggambarkan kesendirian yang dia alami akibat terjadinya seluruh peristiwa tersebut. Dan Will Smith kembali membuktikan bahwa dia sukses (at least 2 me) memerankan peran ini dengan penghayatan yang sungguh2. Paling ngga hal inilah yang bisa menutupi jalan cerita yang lumayan misterius dan sepi. I'll give 4 out of 5 4 this one.

Tuesday, January 01, 2008

Drama Review : Hanazakari no Kimitachi e


Satu lagi drama yang diangkat berdasarkan komik yang sukses dipasaran. Mengisahkan tentang seorang cewek yang pindah sekolah agar dekat dengan idolanya. Masalahnya dia masuk ke sekolah khusus cowok yang berarti dia juga harus menyamar jadi cowok pula. Judul ini bernasib sama dengan Hana Yori Dango dimana dibuat versi Taiwan-nya terlebih dahulu sebelum versi jepangnya dibuat. Walo ada perbedaan sana sini dengan versi komiknya, dramanya sendiri secara garis besar cerita masih sama dengan komiknya.

Jika dicari perbedaan yang paling kentara, maka akan terlihat bahwa kadar joke dan nuansa lucunya akan lebih terasa di dramanya dibandingkan komiknya. Hal ini juga ditambah adanya berbagai unsur parodi dari beberapa anime dan drama lainnya di drama ini. Juga ada semacam penurunan tingkat kesaruan dan explisitas dari beberapa masalah yang ada terutama perihal masalah gay yang di komiknya sangatlah kentara.

Adanya perubahan-perubahan itu sih bagi gw ngga menggangu banget. Lagian gila aja kalo hal2 kaya masalah2 gay diangkat secara explist kaya komiknya, wah...bakalan kaco tuh. Hanya saja gw sendiri agak menyayangkan unsur komedinya yang sedikit over dosis. Emang sih beberapa dari hal tersebut juga didasarkan pada komiknya. Tetapi andaikata tidak disertai dengan unsur2 parodi dari drama ato anime lain maka akan menjadi lebih baik.

Secara keseluruhan, drama ini cukup menarik.....dan lucu tentunya. Tambahan.....hanya kurang panjang episodenya. Coba ditambahin 1 episode aja. Aktingnya lumayan sip, apalagi pemilihan Horikita Maki sebagai Ashiya Mizuki, cocok banget!Sayangnya cast tuk seluruh siswa Ohsaka Gakuen-nya kurang banyak. Jadi kentara banget kalo sekolahnya cuma sekolah kecil :(.As a score.....4 out ot 5 would be fair

Tuesday, December 25, 2007

Drama Review : My Boss My Hero

Satu lagi J-drama yang gw tamatin. Sama kaya sebelumnya, ini bagi gw barang lama yang baru keturutan ngeliatnya. Back to basic, ni drama tentang seorang Yakuza yang diharuskan tuk sekolah SMA kembali ma bapaknya agar diperbolehkan mewarisi kelompok Yakuza babeh-nya. Yang pasti banyak hal kocak dan lucu yang terjadi apabila seorang Yakiza berumur 27 tahun harus skul lagi dengan anak2 yang berumur 17 tahun.

Yang bikin segela sesuatu tambah lucu adalah ternyata nih Yakuza emang geblek banget dari sononya. Lha, dia aja ngga bisa berpikir lebih dari 90 menit. Dah gitu, mana dia ngga nguasai huruf kanji lagi. Lengkap deh penderitaannya pokoknya. Untung ja di sekolah, dia berhasil mendapatkan temen2 yang bisa membantu dan memahami dia. Juga berkat adanya wali kelas yang cukup perhatian dan diam2 menyukai dia. Segala sesuatunya dilengkapi dengan aneka kelucuan, hura-hura dan konflik khas yang terjadi selama SMA kaya ujian, pemalakan, tugas dan tentu saja cinta.

Yang membuat drama ini lumayan segar selain hal2 diatas adalah bahwa ada juga drama yang mengangkat cerita dimana Yakuza yang jadi murid. Sebelumnya dah ada GTO dan Gokusen dimana mantan berandalan dan cucu Yakuza yang jadi guru. Lumayan bikin menarik tuk mengetahui bagaimana ceritanya jika urutannya dibalik. Dan yang menguntungkan adalah endingnya ngga begitu dipaksakan terutama kaya seri Gokusen. Endingnya cukup realistis bagi gw. So, 4 that...hmmm....3,5 out of 5 will do.

6 @ Trip

Fuuuhhhh....bisa bertahan juga balik ke Malang akhirnya. Perjalanan ke Jakarta yang kuharapkan enak dan menyenangkan berubah menjadi hampir bencana. Walo dikatakan hampir bencana tapi tetap aja kurang terasa nikmat. Why....naze...??Badan gw nggreges selama berangkat dan sesampai disana. Walo tuk beberapa hari berikutnya gw berhasil mengurangi gejala sakit ini, tetap aja residu dari nggreges tersebut tersisa di badan.

Berangkat ke Juanda setelah sholat Ied, badan lama2 terasa banget nggreges. Ini diperparah dengan dinginnya AC di mobil yang gw tumpangi. Sampai di bandara???Lengkap deh penderitaan dengan seluruh badan meriang secara perlahan-lahan. Lidah pahit n makan serasa hambar. Duhhhh.....Dan gw harus menhan seluruh penderitaan tadi selama 5-6 jam kedepan mulai di bandara, di pesawat, di Plaza Senayan ampe akhirnya sampe di rumah. Segera gw langsung minta di-kerok sama mama gw pas sampe di jakarta. Secara perlahan, penderitaan gw mulai hilang. Tapi itu tetep membuat gw sengsara malamnya karena malamnya gw tiba2 ngga bisa tidur.

The next days till myself back 2 Jakarta was a bit good. Ngga lagi nggreges. Tapi bawaan masih lemes n nafsu makan gw dikit ilang akibat rasa pahit dimlidah gw. Jadinya terpaksa deh nyari makan dengan bumbu agak nendang. Lumayan membantu, tapi karena keturutan dan ngga olahraga di Jakarta(suatu hal yang batal akhirnya karena sakit gw), berat badan gw sukses naik kembali sebanyak 3 kilo deh :(. Jadi harus banyakin olahraga nih kalo dah sembuh.

Anyway, for the rest of my trip besides being sick and all sort, sisanya dilalui dengan jalan2 ke Mall. The usual thing since Jakarta is so full of it. Lumayan banyk yang gw dapat. Emang niatnya sih banyak banget yang perlu gw beli tuk persiapan gw ke Aussie. Yang pertama adalah laptop. Aslinya ngga berharap dibeliin coz awalnya gw dah bakal siap andaikata disuruh pake punya si lim. But got one in the end ^^. Dengan adanya laptop ini gw juga akhirnya bisa mengeksploitasi kehadiran Wi-Fi di dekt rumah yang lumayan cepat dibandingkan di rumah Malang. Total dapat sekitar 250 MB lebih.

Selama trip ini, gw juga berharap dapat bertemu ma temen2 yang dah pada kerja di Jakarta kaya Syarif n Doni3. Berhasil sih, tapi cukup susah juga awalnya, coz harus minta izin. Belum lagi bingung harus ngapain pas di drop di tempat janjian terlalu cepat. But, we did finally at the place. Senang juga bertemu temen2 setelah cukup lama. Selain makan-makan, kita juga jalan2 ke Plaza Indonesia dan EX Mall yang terletak diseberang tempat kita makan serta foto2 di sekitar jalan Thamrin. Cuma ampe jam 10 tapi lega bisa keturutan ketemu ama temen2 sebelum berangkat ke Aussie.

The last day aku sempetin ke rumah Cibubur. Duhh....tambah macet aja nih tempat. Liat keadaannya kaya gini gw jdi bersyukur banget pindah ke Malang 7 tahun lalu. Mungkin gw dah tambah gila dan sumpek kalo gw di Cibubur dengan segala kemacetan dan keberisikan yang sudah mewabah. Niatnya sih ke Cibubur tuk ketemu ma Rahmat. Sayangnya anaknya tiba2 harus ke Solo. Setelah selesai nyicil2 ngangkut barang, lanjut ke Cibubur Junction. Nih Mall ampe sekarang bikin gw terheran-heran coz letaknya persis di pinggir tol n di tempat yang dulu pun ngga bakal nyangka. Paling yang bangun dah ngebet banget kali bikin Mall di Cibubur. eniwei, selain mkan disini juga nyari gesper n pakaian dalam tambahan tuk ke aussie. Habisnya ma mama dah disuruh segera beli yang baru menggantikan yang lama-lama yang dah pada kumuh dan rusak.

The next day waktunya balik. Aslinya pengen lebih lama di Jakarta, tapi sayangnya ada beberapa hal yan membuat gw ngga bisa. Pertama gw ngga ada duit tuk di Jakarta. Bisa dikatakan gw berangkatnya ngepas dan baliknya rupanya dah hampir habis uang gw. Kedua...gw harus nyelesein urusan visa dan akomodasi gw yang ampe sekarang belum selesai2. Lagian lama2 di Jakarta ternyata cukup bikin sumpek terutama liat kotanya yang semakin lama tumbuh ngga beraturan dan liar. Juga gw kalo lama2 disini juga percuma karena ngga ada transportasi kemana-mana andaikata gw ada uang sekalipun. Emang enakan di Malang ternyata...aaaahhhhh... kota yang tenang damai nan sejuk (paling ngga ampe sekarang). Besides, I've got all I needed and wanted there at Jakarta so I can leave that city with no regrets. Aaahhhh....udahan deh. Dah lumayan lama tuk kunjungan yang hanya 3-4 hari. C U ^_^

Monday, December 17, 2007

Chloe You Ran

Oowww man, what a weekend. I finally had a weekend quite different from the others. Where I had my weekends usually around or at the outskirts of Malang, This time, I really went lost to .......Surabaya.

Yup, finally went lost there. Originally, I planned goind there to visit Adhi and stay a night at his place. But I had to change the plan and evetually cancel my stay there. But luckily Nandar joined me to Surabaya. Not only I had a companion, but I also at least experienced some new things. For Nandar, he fulfilled his wish of getting photos of trains and filming them with my camera.

Apart for him fulfilling his wish, we also did some crazy things. Ever tried walking to Tunjungan Plaza from Gubeng in broad daylight?Yup...we tried that. It really wasn't that far, lets say...1,5 kilometers approximately. But you know Surabaya right...a hot city full of pollution. That's what make people don't wanna walk in broad daylight there, unless they don't have money. For us, it's not that we didn't have money, but we just wanted to try doing so. So we did it. As expected, it was really hot.

Nevertheless, it really was fun. To lessen the fatigue, we entered Delta plaza and Tunjungan Plaza to have afresh feel at the AC inside it. Bringing a backpack with us, we sure did raise the attention especially form the securitites. Maybe they thought of us as terrorist placing a bomb. But we ignored them. Besides, we couldn't leave our luggage right?I was originally gonna but L'Arc~en~Ciel's newest album, but too bad none of the shops sold them.

To lighten things up, I bought rotiboy at TP. Finally got to buy one at my own cost. Despite being expensive for my standards,it sure was delicious, especially after the long walk from Gubeng. After finishing eating, we walked back to Gubeng. Luckily the weather wasn't that bot as when we walked to Tunjungan. It was kinda cloudy so lucky for us. Arriving at Gubeng, we immediately rested ourselves for some moments.

If Nandar didn't join me, It really would be a boring trip, coz after arriving at Gubeng, we had to wait for the next train for around 3 hours till half past 4. So we sat here and there, waiting for our train to come. For Nandar, he was just lucky coz he still got the chance to get some shots and film some trains passing by. He even offered me to go back to Semut Station were we had our filming the morning. But I decined since I was so tired.

Finally the train arrived. Although being 20 minutes late, it relly was a relief. Although we got the first train, we deliberately chose the last one so that we can choose any seats that were vacant. To make things more luckier, the train really went fast without ay major delays on the journey. We arrived at Malang quite on time despite the delay in the departure.

And so...that was the trip. Tiring but fun. Just too bad I didn't get the chance sleep at Adhi's. Not only that, we also did miss the chance to meet him when he came to the station. But I do hope I meet him one last time before I go to Australia. Hope that chance comes in this month. Next week will be at Jakarta. It's been more than a year and I hope there would be more stories ahead. C U next time.

Sunday, December 16, 2007

Drama Review : Taiyou no Uta


Next stop...Taiyou n Uta. I should have finished this drama months ago. But since I only got 7 episodes, I had to wait for the rest to make the whole review. Here, Erika Sawajiri again plays the role of a mortally sick girl like in her previously succesful drama 1 Litre's of tears. Despite the same plot, I think this drama has some more happy atmosphere to it. May be because this drama wasn't based on a true story.

The disease the role Erika suffers here is called XP. I forgot what it stood for but it's all about the inability of the sufferer to be exposed to UV rays and it's definitely incurable and a genetical disease. The story here is about how she get's along with the disease and her interaction and love life. Since she is doomed, she tries to live her life nas normal as possible. But due to her disease, she can only be active in the night were she sings her songs in the street and sell her songs. She than meets with Kouji, a lad who is struggling to make money after he got sacked in this previous job. They soon get together and decide to go out. Also they form a band to make Kaoru (Erika's role) dream to sing come true.

What makes this drama interesting is besides of the cuteness of Erika (gotta admit it), it's also because of the ear catching songs played by here throughout the drama. This also marks her debut as a singer through playing this drama's OST. Anyway, without the OST, the drama has a great story with it which tells the suffering of a mortally ill person. And luckily it isn't that depressing as Erika's previous drama. The only setback here is how they did the ending. It just seems quite abrupt not all of a sudden. nOt like in 1 Litre of tears were she slowly dies in the end. I don't know which is better but it realy made things sadder coz she was at the door step of her dreams while she died.

Despite the sad things here, I really do like this drama. I really recommend it especially for those who like drama's that drowns tears all over the way. 4.5 out of 5 would be perfect for this one.

Drama Review : Gokusen 2


Aaahhhh...finally back on the revrews. To be honest, I should have finished of this review around 2 weeks ago. But I somehow got lazy to do so. Anyway, It's a double review meaning there's another review with this one. As you can tell, this is a direct sequel to the well known Gokusen series back then around 2004. Yukie Nakama still plays Yamaguchi senesei here as the main role. But the setting now is in another school with new casts. Only a handful of the old cast reprise their role.

As usual, Yamaguchi senseni or well known as Yankumi to here students gets herself to another delinquent class in her new school. Most of the main story might seem a bit cliche to those who have watched the 1st season, but there still are some new conflicts to follow in the series. The most notable one is her conflict with the school director trying to get her of his school with any means. While in the first season she had a conflict with the mass media and the school got related to her in the last moments, now she's got the head of the school as her adversary.

Putting aside her conflict with the school, the main story is still about her and the students. Still, 5 boys rule the class and it seems that story always revolves around them. I wonder why they didn't explore the story of other students coz this plot have already been used in the 1st season. This really does make some part of the story quite predictable. The only difference is that in the main group there's two person in chief, not one as in the 1st season.

Anyway, despite the cliches and the re-use of some of the plots, the drama does relay important message about how school, teachers and students should act in their role. School and teachers nowadays nearly always judge a student by their looks and not by their personality. It takes good guts to for a teacher to defend their pupils because they usually get scaped for their doings.And students should at least try to think of teachers as not only as teachers but also as their friend. If this is done, I'm very sure delinquents would be a matter of the past. For the ovearll score, 3 out of 5 would do.

Wednesday, December 05, 2007

finale

Hisashiburi ne. . . .I guess this is one of the longest intervals between one blog to the next. Last month's was the least with only two postings. It wasn't due to my lazyness, just no feeling to write anything.

Anyway, back to topic, why I called this finale was because that it's only less than 2 month till my departure to aussie. That certainly means my days are really numbered here n Indonesia. Considering this, I remember on being very bored and confused on what to do to fill in my last days here. Damn I I'm lucky, I've finally found out what to do. Nothing more than hanging out with my friends.

It might sound lame, but to me, I guess this was the only activity that really made me feel alive living my days. The term hanging out does really mean spending time outside with my friends. Even it turned out a bit costy, but I guess it was worth it. Up till now, I've been hanging out to no less than 4 different places with my friends both in and outside town. And it really did turn out fun and exciting. Most of them were due that most of us were taking our own paths from then on, so we really did enjoy our time together for the last time.

The count for me hanging out still might go on till the middle of January, but most of them won't be in huge numbers again since most of my friends have either moved ot town to work or continue their studies anywhere. But to me it's fine. This sort of thing was bound to happen so I guess I only can spend my time with my remaining friends who are still struggling on finishing their studies. Besides, at least I people to spend my time with.

Speaking of which one I enjoyed...hmmm.....Honestly, each one of them had their memories. But if I was asked the best of them, I'd choose the trip to Selorejo and Coban Rondo a few weeks ago. The trip happened a week before my graduation ceremony. What made it really memorable because it was the first time for me to bring out the car out town with my friends. The roads were somehow a bit winding and hard, but it turned out to be succesfull. Not the sceneries we enjoy once we got there. Aaahhhh.....kirei ne...

And so....that was it. Next saturday I'll be having a somewhat of a reunion with my friends from EF. It has been like more than half a year since we had the farewell party at PH. I do hope this gathering will be a good and also memorable one. Because not like the other, It seems I'll be seeing those guys for the last time in this occasion, so ....better enjoy it.

Till next time.....

Wednesday, November 21, 2007

Game Review : .hack//G.U. Series

Finally got to finish this series. Ever since it's release starting from the first volume, I've been wondering how the makers were gonna bring the whole story to. This was important since the first .hack game series before has already been quite wraped up. It turned out they made a whole new story and environment, but still having much corelations to the previous games.

The game itself is set up in the revised MMORPG "the world" called "The World R:2". With this, almost everything changed including the job roles in the game. But how it's connected to the previous game was kinda blurred in the beginning. To understand the whole game itself, it is better to watch the anime .hack//roots which serves as a prequel the the whole story arc in the .hack//G.U games. But even not wacthing it wouldn't be much of a problem since it just adds more knowledge to playing the game.

The protagonist here is Haseo. A adept rogue beginner player in the World who at his first encounter gets PK'd by PK'ers. Luckily he gets saved by Ovan. Then he is ask to join Ovan on the quest to find the key of Twilight together with his guild the Twilight Brigade. By the course of events, his friend Shino gets PK'ed by a mysterious PK'er named Tri-Edge. Due to this tragic event, Haseo than embarks on a journey as a PKK'er to seek revenge on Tri-Edge who has taken his beloved friend away. It is also after this that many mysterious things happen in the world and Haseo ends up joing the mysterious guild called G.U. and together with the members, investigate the many weird events that happen throughout the world.

I guess that's enough as a teaser. Anyway, for the whole game series itself, the development really did make a good job on making me intrigued on who the real villain was. This was caused by the deep intrigue and scheme surrounding the whole stroy. It was not until the end of the second volume that I got to know the real mastermind of the whole plot. This indeed make me as a player really eager to finish of the whole game to get the big picture of the whole storyline.

About the gamplay, well....I guess much of it is standard RPG for you. Compared to the previous .hack game series, the developers did make some improvements in the graphics and the gamplay. But one things that made me a bit dissapointed is the absecence of the double voice dub which enables us to swicth the voice played from English and Japanese and vice versa. This feature was available in the previous games and it was a pity that they omiited this feature in the G.U. series.

Overall, the whole series does offer us a great story. even after finishing the main storyline, there are still loads of side quests that you can finish, with many of them being very very hard compared to the quests of the main stroyline. So I guess it'ld be a while till we can finish of the game completely. For this game, I believe a score of 4 out of 5 stars would be good.

And the story continues. . . .

Fuuuhhhh....akhirnya.....masa perjuangan selama 4,5 tahun terbayarkan sudah dengan adanya wisuda kemarin. Sungguh, rasanya senang dan gembira setalah akhirnya gelar sarjana ekonomi secara resmi berhasil kita sandang. Namun demikian, hal ini bukanlah akhir dari segalanya. Malah bisa dikatakan merupakan awal dari sebuah perjuangan dan fase hidup yang lebih berat dan menantang.

Mengenai berpisahnya kita dengan teman2 kuliah kita merupakan hal yang pasti. Sedih dan berat memang berpisah, tapi itulah hidup dimana kita bertemu untuk kemudian berpisah kembali. Saya tidak akan mengangkat dilematika seputar hal ini tetapi yang lebih seru adalah mengenai hal apakah yang akan kita lakukan selepas kuliah?

Kalo ngikuti garis normal, rata2 sih seusai kuliah ya nyari kerja, ngga cowok dan cewek. Kalo yang beruntung, malah ketika masih kuliah pun ada yang udah merintis kerja secara mandiri. Dan kalo dicari lainnya, beberapa orang menempuh lagi kuliah jenjang S2, entah di dalam atau luar negeri.

Tapi terlepas dari segala pilihan yang kita ambil seusai kuliah S1, tentunya kita telah melewati salah satu fase yang bisa dikatakan paling seru, menantang dan juga mengharu biru kehidupan kita. Segala hal yang kita dapat dan rasakan selama itu akan membentuk dan memantapkan pola pikir dan kepirbadian kita sebelum kita terjun dalam medan masyarakat yang riil. Kenapa saya katakan riil adalah karena kehidupan kampus cenderung menawarkan idealisme dan semangat yang walopun bagus,tetapi bagi sebagian besar orang tidak mengetahui caranya menerapkan dan meleburkan hal2 tersebut dalam masyarakat. Hasil dari hal ini adalah terjadinya semacam lag antara apa yang terjadi di kampus dengan di masyarakat, baik itu untuk pelajaran yangkita terima di kuliah maupun tuk hal lainnya yang bersifat lebih abstrak.

So...the point is that, walopun kita telah lulus, namun kita tetap harus membuktikan bahwa kita layak dan sepantasnya untuk berada di masyarakat yang riil dan yang seringkali bertindak irasional sehingga dapat memberikan kontribusi nyata baginya. Kita tidak lagi hidup di dunia awang-awang yang penuh keindahan idealisme dan perjuangan muda, tetapi kita telah menginjak dunia dimana idealisme dan perjuangan selama di kampus itu benar-benar dipertaruhkan nasib kelanjutannya, apakah terus berkembang atau justru layu sebelum berkembang.

Akhir kata. . . semoga kita-kita yang baru lulus bisa hidup penuh bahagia dan tidak terbawa arus kegilaan dan kesemrawutan yang telah melanda sebagian besar masyarakat negeri ini. . . amiiinnnn.

Thursday, November 15, 2007

Movie Review : Nagabonar jadi 2


Finally, I'm back making reviews of movies again after a while. This time, I started out with an Indonesian movie called Nagabonar jadi 2. This movie is a direct sequel of the movie Nagabonar released in the 80s with Dedy Miswar as the main actor. The sequel takes us a years ahead form the first movie, telling us about Nagabonar and hisson, Bonaga.

Well, it's not usual for me to watch Indonesian movies. Its not that I hate them, but honestly, most of them suck. With themes just around horror and love, the stories really don't offer anything special and deep. But this movie is different. It does indeed conveys many moral messages. Not to mention the many comedic scenes around it.

This movie is all about the old Nagabonar visiting his son Bonaga in jakarta. There, he experiences many differences in various aspects concerning his views and perspectives with his son. But the main matter his about Bonaga trying to convince his father about letting him to build a palm coconut harvesting field near their family cemetry, something which Nagabonar misintprented as Bonaga trying to destroy the cemetry.

It did took Bonaga various efforts to convince his dad that wasn't the case, including asking his friend Monita, who also was his love interest to help him out. During the course of things, Nagabonar also did help his son on confessing his son on his love towards Monita, something Bonaga cannot do because of his awkwardness on doing so.

Besides the love story of Bonaga and abaout their familiy cemetry threatened to be wiped away, the whole movie is more about how Nagabonar is trying to understand the different views and developments that have happened during his time in the independence wars and now in the peacefull times. Luckily he managed to meet Umar, a bajay driver who throughout almost the entire movie acts as his chauffeur somewhat, driving him all around Jakarta, especially to places that have a historical value and meaning.

In the end, Nagabonar gives up and lets his son to do whatever he pleases with the family cemetry. But Bonaga already realizes how things shouldn't be this way and finally decides to forfeit the business deal leading to the wiping out of his family cemetry. For Nagabonar, he realizes that he should give way to the young people and that many things have changes in the hearts of people that he still cannot comprehend till the very end.

Eventhough the movie doesn't have a somewhat clear ending, but I guess it's fine. Afterall, the entire movie is filled with satires that reminds us on how far our hearts have differed to the people in the past. How we don't have the courage to clearly express our feelings and so on. It would be much more wonderfull if other Indonesian films were filled with such good messages. Too bad...they only think about trivial and profital movies. Overall, I think this film deserves a 4.5 star out of 5 ^^.

Tuesday, November 06, 2007

Forever Nights

Capek...capek....capek....tapi senang kok.Lho...kok bisa, hai...soalnya bareng ma temen temen sih.

Maklum...capek begadang. Habisnya...temen2 ku moro2 grudukan nang malang kabeh. Dan tentunya harus digilir juga kapan harus ketemu siapa dan sebagainya. Namun demikian, tentunya harus kunikmati. Kapan lagi bisa ketemu temen2, apalagi bentar lagi berangkat ke Australia.

Awalnya si Adhi datang tuk nginep. As expected, jadinya si nandar iutan juga. Nothing much than playing Playstation and exchanging interesting files. Kemudian giliran si fahmi. Berhubung ni anak cuma seminggu di Indonesia sebelum balik kul ke Malaysia, harus lebih banyak ketemu. Kebetulan pula aku juga harus ngambil file2 drama yang aku titip ke dia.

Tentunya aku begadang ma anak ini. Untungya pula mas bond sempet mampir tuk njenguk istrinya so we did have some quality time together after so long. even though short, tapi rasanya sungguh nikmat bisa kumpul kembali. Guyon dan nggudoi konco2.Lha....mau kapan lagi coz kita dah saling berpencar kerja. Bahkan beberapa ada yang dah merit segala.

Ternyata masih belum selesai. Gilira si adhi ngajak ke surabaya nemenin dia ke PTC liat pameran mainan. So...mendadaklah aku ke surabaya. Malamnya, ke PTC. N ternyata...lumayan asik pamerannya. Yang terutama sekali bikin asik dan menggiurkan adalah dijualnya gunpla2 dengan harga diskon. Wuaaaaaaaaa......asssiiikkkk!!Kapan lagi bisa.

Sayangnya aku ngga bisa langsung beli. Teringat aku di PTC ada satu hal penting lainnya yang harus kucari yakni nyari toko yang ngejual album artis jepang. Aslinya sih ketemu. Sayangnya harus pesen, huaaaaaa.Padahal aku dah sengaja nguras ATMku tuk beli jika ada. Jadinya uangnya kepake tuk beli gunpla deh ujungnya....

Masih belum selesai eh besoknya si arif datang pula ke surabaya. Sayangnya baru ketemu barengan sorenya pas kembali ke Malang. Zannen desu ne. Namun demikian, lumayanlah bagiku, jadi ada temen seperjalanan pulang di kereta sorenya. Kalo ditotal, dengan segitu banyak pertemuan dengan temen2 selama seminggu itu, jadi pengen keterusan.

Sayangnya ngga bisa. Jadi berpikir kapan bisa lagi ketemu grudukan rame2?Waktu 4-5 tahun kuliah sungguh ngga kerasa. Dan waktu ini akan semakin cepat habis dalam beberapa hari kedepan sampai wisuda karena setelah itu semua pada kerja dan kerja. So...I guess I'm gonna have to spend the last times here with my remaining friends more often before going to aussie.

Just my one hope and prayer is that shall we meet again succesfully and triumphant in the future and not forgetting the moments and memories we've had the past years...

Saturday, October 20, 2007

DVD review : 15th L'anniversary

Akhirnyaaaa......bisa ngeliat konser 15th anniversary-nya laruku. Ngga lagi ngeliat secara sepotong-potong dari youtube sebagaimana selama ini dilakukan. Aslinya sih pengennya beli. Eh...sapa sangka bisa keturutan nge-donlot dari bttorent. He..he..lumayaaaannnn, bisa hemat uang banyak. Langsung aja ke reviewnya.

Sebagaimana judulnya, konser ini diadakan dlam rangka mempertingati ultah laruku ke 15. Tuwir juga ya?Aslinya sih untuk konser ini diadakan polling online di websitenya dimana kita bisa memilih lagu2 yang nantinya dibawakan mereka di konser. Walo ngga semua ditampung dalam konser, tapi beberapa lagu yang lumayan jarang dibawakan akhirnya dibawakan juga dalam konser ini.

So...what makes this concert special besides it being the 15th anniversary concert??Banyak la yau!Pertama-tama adalah konsepnya. Konsepnya sendiri adalah time travel dimana lagu2 dibawakan menurut masa dimana lagu2 itu dirilis. Ada 4 masa menurut urutan kronologisnya dalam konser yaitu 1994, 2000, 1991 dan 2006. Dan jangan lupa, tiap masa berarti mereka juga membawakan lagu2 tersebut dengan balutan kostum yan sesuai dengan masa tersebut. So berasa banget deh nuansa nostalgianya tiap kali suatu lagu dibawakan.

Hal lainnya yang kepikiran adalah betapa primanya suara hyde kali ini. Dibandingkan konser2 terdahulu, rasanya emang hyde sengaja mempersiapkan suaranya agar prima di konser ini. Terbukti di konser, suaranya mantap banget, ngga pecah dan sanggup menjangkau nada-nada tinggi, suatu hal yang belakangan dia ngga sanggup. Selain suaranya hyde, rasanya aransemen dari beberapa lagu, terutama yang lama sepertinya dibawakan semirip dengan aslinya. Contohnya adalah ketika Carees of Venus dibawakan.

Aaahhhhh....rasanya banyak banget yang mau kutulis, tapi bingung nih mau yng mana aja??Oh ya....setting panggung. Panggungnya berisikian campuran2 pernak-pernik dari berbagai konser dan album mereka selama ini seperti ikon album SMILE, patung yang ada di cover REAL dan BB Cats yang tampil di konser Light MY Fire. Juga terdapat pangung kecil dibagian belakang Tokyo Dome untuk membawakan beberapa lagu, terutama yang dari jaman 1991. Lainnya sih ngga banyak banget selain adanya layar raksasa di atas panggung utama.

Tuk hal lainnya, gw ringkas aja, terutama bagian2 yang menurut gw lumayan jadi perhatian sebagai berikut

1. Mereka membawakan lagu TRICK dengan melompat dari bawah panggung (sama dengan GCC). Hanya saja kali ini semua personil membawa gitar dan bass dan masing2 kebagian menyanyi.
2. Adanya penari dalam PV STAY AWAY ketika lagu ini dibawakan.
3. Sadako muncul dibelakang hyde ketika finale selesai dibawakan, sayangnya hanya ada di layar raksasanya aja he..he..he.
4. Hyde kembali turun ke bawah panggung dan menyapa para fans sambil menyanyi KILLINg ME.
5. Masih ketika KILLING ME, kali ini hyde juga masuk lewat kedua kaki ken dan tidur terlentang sambil menyanyi dibawah kaki ken.
6. Adanya Salary man bermuka SMILE berjalan melewati panggung selama lagu READY STEADY GO dibawakan.
7. Ketika jeda lagu LINK, masing2 member diminta melakukan sesuatu seperti yang diminta MC, yang paling sik si hyde soalnya diminta menari break dance. Si tetsu...biasaaaa....bagi2 pisang, kali ini senampan. Ken diminta ngulangi beberapa kata dengan cepat dalam bahasa jepang. Si Yuki malah speechless.

Rasanya itu aja deh yang bisa kuingat.Pastinya sih banyak banget. Tapi I'll save for your pleasure. Yang jelas...rugi banget deh kalo ngga nonton konser ini. Sejauh ini bisa gw katakan konser ini adalah salah satu yang terbaik dari seluruh konser yang pernah mereka bawakan. Selain itu, kapan lagi bisa denger lagu2 laruku yang lama2 setelah sekian lama ngga dibawakan. Pokoke recommended banget deh tuk diliat. Gw kasih nilai 4,5 bintang dari 5 tuk konser ini.

PV Review : DAYBREAK'S BELL


The latest single from L'Arc~en~Ciel. This time, it's also an OST for the latest Gundam series which is Gundam 00 scheduled to air in October.The song itself is about war, which is explisitly implied throughout the song. By this only, it does certainly match Gundam because the anime itself is all about war.

The clip starts off in a Hogwarts style, I mean....all personels row on a boat as in the Harry Potter movies. The roblem here is that...the rowing scene is quite cheesy. I can really tell that the scene is fake. Not only that, all personels aside Tetsu can't act to make the scene more realistic. They just all watch forward without trying to make an improvement to make the scene look real.

Next...we move on to the center stage, depicted as if in the middle of a ruined city. The band performances were decent as usual, nothing special. The scenes here were taken as if they were singing in the middle of an air bombardment with interchanging scenes were a women in red is running through the bombardment. Nice thing. But they could have made things real for the city ruins. The planes used for the bombardment were enough.

Eventhough still enjoyable, I believed they could have made the PV more impressive. For me, even the SEVENTH HEAVEN PV looks more great. Much of the scenes in the PV looked as if they were made in a rush. I have no qualms about he band performances. Standard as usual. You wouldn't expect hyde to dance like in the two previous PV coz this song doesn't allow to do such things.

Oh yeah.one other thing is the poor usage of english...again?!When I first heard the song, I was wondering...what the hell is hyde trying to say in the refrain part twice?It was not only when I got the translation I finally got an understanding of what he said. He said "My Wish is over their Airspace" and "My Life I trade In for your Pain". Honestly...hyde should really improve his English in the near future. Poor english speaking in the songs really affect the enjoyment of the song, even not in a whole.

I guess that's all for now. If I'm not mistaken the next release will be a P'Unk~en~Ciel special single followed by their nex album named KISS. So I believe this makes this single the last one before the next album is released. For the PV...I guess 3,5 stars out of 5 would do.